SUBULUSSALAM – Gedung operasi yang baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam telah rampung dikerjakan pada tahun 2017.
Gedung operasi memiliki tiga ruangan itu telah dilengkapi peralatan medis dengan teknologi baru seperti yang ada di Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh. Namun, ruangan ini belum dapat difungsikan karena kekurangan peralatan pendukung, khususnya pendingin ruangan.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi D DPRK Subulussalam, Haris Muda Bancin, usai kunjungan kerja bersama pimpinan dewan ke RSUD dalam rangka pansus, Senin, 24 September 2018.
“Sudah setahun belum difungsikan, informasi dari Dirut RSUD butuh dana Rp600 juta untuk alat penunjang, baru ruang operasi itu dapat digunakan,” kata politikus Partai Golkar Kota Subulussalam ini kepada portalsatu.com/.
Ia meminta pihak eksekutif mengalokasikan dana untuk keperluan alat pendukung di gedung operasi baru pada tahun anggaran 2019 agar ruang tersebut dapat difungsikan.
Direktur RSUD Subulussalam, dr. Sarifin Usman Kombih, mengatakan tiga ruang operasi yang baru belum ada AC sentral untuk pendingin ruangan, instalasi dan peralatan pendukung lainnya. Ditaksir butuh dana Rp600 juta agar ruangan operasi itu bisa difungsikan.
“AC sentral dan instansi belum ada, butuh Rp600 juta. Tadi kata Pak Dewan kalau terkejar dimasukkan di perubahan, kalau tidak tunggu di APBK murni 2019,” kata Sarifin Uaman.[]



