SIGLI – Dari 15 unit rumah hancur pascagempa di Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, sebanyak 9 unit diantaranya berada di Gampong Pasi Lancang. Beberapa diantara rumah tersebut merupakan bantuan untuk korban tsunami.
Camat Kembang Tanjong, Khaled, saat menyambut kedatangan Plt Gubernur Aceh, Soedarmo dan Plt Bupati Pidie, Munawar A. Djalil, menerangkan, di wilayahnya banyak rumah yang rusak akibat gempa 7 Desember 2016 lalu.
Pihaknya mengaku sudah menyerahkan data tentang kerusakan rumah dan infrastruktur lainnya kepada pemerintah, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie.
Di Gampong Pasi Lancang ini, terdapat 9 unit rumah hancur, kata Khaled kepada Soedarmo.
Salah satu rumah yang hancur di Pasi Lancang adalah milik Haryati, 27 tahun. Dia mengaku tidur di dalam tenda darurat yang berada di bekas tapak rumahnya, bersama keluarga sejak 17 hari pascagempa.
Menurut perempuan beranak dua ini, rumah miliknya itu merupakan bantuan tsunami yang dibangun NGO. Rumah tersebut dibuat dengan material batako sehingga diduga tidak tahan gempa.
Heran juga dulu dibilang bangunannya kuat dan tahan gempa, ternyata rumah kami juga yang ambruk, kata Haryati.[]

