Karya: Taufik Sentana
Dalam Antologi Surat Rahasia Sang Musafir

Gerbang Musafir

Musafir berjalan kecil
berlari kecil
berfikir kecir
tapi hatinya lebar terbuka.
itulah gerbang awal
makrifat diri.
Ia belajar kewajiban utama
mengabdi, melayani dan kerelaan
serta melepaskan keterikan bendawi.
itulah gerbang perjalanan
ke tepian keabadian.
Pun pencarian yang melelahkan
adalah rahasia kenikmatan para pecinta
tentang hakikat pemberian.
bahwa semua pemberian telah ditunaikan bahkan seiring dengan balasannya.
Sedang kerisauan kerisaun dalam
perjalanan musafir adalah riak rindu
dalam menembuh gerbang dan penghayatan baru.

Musafir dan Laut

Musafir dan laut adalah rindu yang terpaut: Bibir pantai yang rinai dalam pecahan pecahan ombak.
Laut bagi musafir menyimpan rahasia kearifan, antara gejolak dan harapan harapan yang jauh.
Mungkin kapal adalah musafir itu
dan laut adalah pengharapan dari penantian dari kekasih.[]