BANDA ACEH – Alfirdaus Putra, peneliti falakiyah pada Observatorium Tgk. Chik Kuta Karang Kanwil Kemenag Aceh, mengatakan, timnya telah menyiapkan 8 teleskop untuk digunakan pada Jumat, 27 Juli 2018 malam, sebagai alat melihat gerhana bulan total yang akan berlangsung selama tiga jam 54 detik.

“Gerhana bulan yang akan terjadi itu adalah gerhana dengan durasi terlama dalam abad ini,” kata Firdaus kepada portalsatu.com/ di Banda Aceh, Selasa 24 Juli 2018.

Firdaus mengatakan, Kanwil Kemenag Aceh akan membuat pengamatan gerhana itu di halaman Kantor Kanwil Kemenag Aceh pada malam Sabtu.

“Mengenai kemungkinan gerhana terpantau sangat tergantung pada keadaan cuaca, kalau cuaca bagus maka gerhana bulan total dapat dilihat,” kata Firdaus.

Terkait dengan gerhana bulan itu, Kepala Kanwil Kemenag Aceh, H.M. Daud Pakeh, melalui surat edaran mengimbau masyarakat Aceh untuk melaksanakan salat gerhana (salat khusuf) di masjid, mushalla atau rumah pada malam Sabtu, 28 Juli 2018/15 Zulqa’dah 1439 H.

Dikutip dari surat Kanwil Kemenang Aceh itu, untuk wilayah Aceh gerhana bulan akan terjadi pada pukul:

Awal penumbral: 00:14:49 WIB

Awal kontak gerhana: 01:24:27 wib

Mulai gerhana total: 02:30:15 wib

Puncak gerhana total: 03:21:44 wib

Akhir gerhana total: 04:13:12 wib

Akhir kontak gerhana: 05:19:00 wib

Akhir penumbral : 06:38:27 wib.[]