LHOKSUKON – Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Aceh Utara mengecam pelaku pembacokan yang menewaskan Rusli Aji, Geuchik Matang Cebrek Barat, Kecamatan Baktiya Barat, Rabu, 20 Juni 2018. Apdesi meminta Polres Aceh Utara mengusut tuntas kasus tersebut. 

“Itu tindakan yang sangat tidak manusiawi dan di luar akal sehat, karena pelaku membuang kekesalannya terhadap geuchik. Padahal geuchik dalam membuat dan menjalankan qanun tentang pantangan dan aturan turun ke sawah itu berdasarkan hasil mufakat, bukan sepihak dan itu dibenarkan oleh negara,” ujar Ketua Apdesi Aceh Utara, Abu Bakar alias Geuchik Abu kepada portalsatu.com/, Rabu malam. 

Geuchik Abu berharap, kejadian yang menimpa Geuchik Rusli Aji mendapat perhatian khusus dari pemerintah, tidak hanya di tingkat gampong. “Geuchik Rusli Aji meninggal dalam menjalankan sebuah aturan demi kemaslahatan umat. Kami sangat kehilangan sosoknya yang sangat baik, bijak dan aktif dalam perjalanan organisasi Apdesi. Almarhum juga merupakan mantan imum mukim di Baktiya Barat,” ungkap Geuchik Abu. 

Apdesi Aceh Utara meminta kepada penegak hukum untuk memproses tersangka dan memberi hukuman yang seberat-beratnya. “Kami berharap keluarga yang ditinggalkan untuk bersabar dan tabah menghadapi musibah ini. Semoga amal ibadah Geuchik Rusli Aji diterima di sisi Allah SWT,” ucap Geuchik Abu.

Sebelumnya diberitakan, Rusli Aji, Geuchik Gampong Matang Ceubrek, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, tewas bersimbah darah. Pria 50 tahun itu dibacok menggunakan parang dan arit oleh pedagang ikan di kawasan persawahan Gampong Matang Ceubrek, Rabu, 20 Juni 2018, sekitar pukul 14.30 WIB. 

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezky Kholiddiansyah, kepada portalsatu.com/ menyebutkan, tersangka pembacokan berinisial IL, 38 tahun, pedagang ikan asal Gampong Kuala Keureutoe, Kecamatan Lapang, Aceh Utara, sudah diamankan dan kini ditahan di mapolres setempat. 

“Setelah kejadian, pelaku menyerahkan diri ke Mapolres Aceh Utara. Barang bukti parang dan arit juga sudah kita amankan,” ujar Rezky. 

Rezky menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara, tersangka IL mengaku kejadian itu berawal saat Geuchik Rusli Aji menemui dirinya untuk meminta uang zakat. “IL mengaku kesal karena pada musim tanam lalu padinya mati saat geuchik menyemprotkan hama. Setelah terjadi cekcok mulut, IL mengaku korban melemparinya dengan batu. Karena marah dan kesal, IL kemudian membacok korban dengan parang dan arit,” katanya. 

Menurut dia, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) diketahui korban sempat lari di jalan areal persawahan tersebut dalam kondisi bersimbah darah usai dibacok oleh IL. “Terlihat darah di beberapa titik yang menandakan korban sempat lari usai dibacok. Korban kemudian meninggal di RSUD Cut Meutia, Lhokseumawe,” ujar Rezky. (Baca: Geuchik Ini Tewas Dibacok Pedagang Ikan)[]