BANDA ACEH – Direktur Geuthèë Institute, Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H., memberi beberapa masukan kepada pemerintah dan berbagai pihak yang terlibat dengan pemulihan pascagempa Pidie Jaya dan sekitarnya. Salah satunya adalah pemulihan trauma agar dapat memperhatikan nilai-nilai islami, norma-norma adat, dan budaya setempat.
Permintaan dan masukan ini disampaikan Direktur Geuthèë Institute seiring dengan berakhirnya masa tanggap darurat untuk penanganan gempa Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen.
“Bantuan buku-buku bahan bacaan, terutama atau biasanya yang akan dibagikan kepada anak-anak perlu diseleksi lebih ketat supaya pengalaman pascatsunami, di mana beredar bahan bacaan yang tidak sesuai dengan adat, budaya, dan nilai-nilai islami tidak terulang,” katanya melalui surat elektronik kepada portalsatu.com, Rabu, 21 Desember 2016 pagi.
Dia juga meminta pembangunan kembali rumah ibadah seperti masjid dan meunasah, sekolah, perguruan tinggi, fasilitas umum lain, serta rumah-rumah penduduk tetap memperhatikan karakter/identitas keacehan, dan nilai-nilai Islami, serta melibatkan partisipasi masyarakat.[] (*sar)

