BANDA ACEH – Musisi Aceh yang kini tercatat sebagai anggota DPD RI, Rafly, mengaku terus berkarya melahirkan lagu-lagu terbaru. Kesibukannya di dunia politik tidak membuat Rafly harus meninggalkan latar belakangnya sebagai seniman.
“Saya terus berkarya karena karya adalah sebuah fitrah kerinduan saya secara pribadi,” ujar Rafly kepada portalsatu.com, Minggu, 20 Maret 2016.
Dia juga mengaku sedang mempersiapkan peluncuran album terbaru lagu etnik Aceh. Salah satu lagu dalam album teranyar milik Rafly ini berjudul Gisa Bak Punca.
“Saya sudah berdiskusi dengan Ayah Panton dan melahirkan lagu yang mengupas isu politik tentang kondisi Aceh kekinian. Perlu diketahui, seluruh lagu saya memiliki muatan politik,” kata Rafly.
Dia mengatakan lagu “Gisa Bak Punca” berisi tentang ajakan untuk kembali membangkitkan Aceh secara bermartabat. Rafly turut mencontohkan situasi politik di Aceh saat ini, yang menurutnya terjadi kemunduran.
“Politik di Aceh ada satu orang mengatakan untuk orang lain. Aceh terjadi kemunduran. Ada kearifan-kearifan yang sudah kita tinggalkan,” ujarnya tanpa menyebutkan kapan lagu baru tersebut di-launching.
Dia merujuk sejarah kejayaan Aceh di masa kepemerintahan Sultan Malikussaleh. Menurutnya di masa kesultanan tersebut, Aceh sudah mengirim utusan-utusan ke seantero dunia. “Kita sekarang apa? Meudawa sabe keudro-droe gara-gara bing dua boh. Kita berharap ada perbaikan mutu untuk Aceh yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.[](bna)


