Kamis, Juli 25, 2024

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...
BerandaNewsGP Ansor Aceh...

GP Ansor Aceh Gelar Kirab Satu Negeri dan Doa Bersama

BANDA ACEH – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Aceh menggelar kirab satu negeri dan doa bersama untuk persatuan bangsa, di Panti Asuhan Nirmala, Banda Aceh, Minggu, 16 September 2018.  Kegiatan itu mengusung tema “Kita ini semua bela agama, bangsa, negeri”.

Turut hadir perwakilan Kesbangpol Banda Aceh, Faisal, Sekretaris Nahdlatul 'Ulama (NU) Aceh, Tgk. Asnawi M. Amin, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Aceh, Hasan Basri Sagala, Ketua KNPI Aceh, Wahyu Saputra, tokoh pemuda, Dr. Fajran Zain, mantan anggota tim perunding GAM di Helsinki, Munawar Liza Zainal, PMII Banda Aceh dan sejumlah pemuda lainnya.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Aceh, Hasan Basri Sagala, mengatakan, ini merupakan program pertama Ansor untuk menjaga sumpah yang pernah diikrarkan. Yakni, sumpah bertanah air, berbangsa dan berbahasa yang satu. Langkah pertama untuk menginspirasi dunia atas warisan kearifan peradaban Indonesia yang majemuk, tapi rukun, harmonis dan damai.

“Ini bukan suatu organisasi politik. Ini bukan isu politik sementara. Tujuannya adalah untuk membela agama dan negeri, kita berharap semua yang akan kita lakukan ini dapat membawa kemanfaatan dan kemaslahatan bagi bangsa, negara dan kemanusiaan,” ujar Hasan Basri kepada para wartawan di Banda Aceh.

Hasan Basri melanjutkan, “Saya ingin menyampaikan kepada bangsa ini tentang adanya ancaman dari sekelompok kecil orang yang ingin mengubah atau merusak konsensus kebangsaan kita. Adanya ancaman dari pihak-pihak yang menggunakan agama sebagai alat politik dan menjadikan agama sebagai sumber konflik. Dalam situasi seperti ini, kita sama-sama menyaksikan mayoritas rakyat kita lebih memilih diam”.

Menurut Hasan Basri, selama ini banyak ikatan-ikatan ideologi yang mengkhawatirkan di tengah masyarakat. Dengan semangat kirab satu negeri itu, pihaknya ingin menyemangati kembali bangsa ini dan harus menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dari Sabang sampai Marauke.

“Kita mengajak masyarakat untuk mengukuhkan kembali semangat persatuan tersebut. Artinya jangan hanyut dengan semangat politik sesaat sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan perpecahan antarsesama, itu yang tidak kita inginkan dalam hal ini,” ujar Hasan Basri.

Hasan Basri menambahkan, masih banyak tugas anak bangsa ke depan dalam mempersatukan kembali semua elemen masyarakat. “Mari bersama-sama menjaga negara ini demi keutuhan bangsa, itu yang perlu dilakukan,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Kesbangpol Kota Banda Aceh, Faisal, menyampaikan, jangan memberi sedikitpun peluang kepada pihak tertentu yang ingin mengacaukan suasana damai yang sudah dirasakan bersama selama ini di Banda Aceh dan Aceh pada umumnya. Banyak wujud radikalisme saat ini yang menyamar dalam berbagai macam bentuk, seperti kampanye negatif di media sosial yang terkadang memicu terjadinya perpecahan antarsesama.

“Maka kita harus waspada dan jangan mudah terprovokasi, mari semua berpegang teguh terhadap semangat mendukung Pancasila dan UUD 1945,” ujar Faisal.

Faisal menyebutkan, masyarakat khususnya di Banda Aceh selama ini sangat toleransi antarsesama serta membawa kesejukan, dan tidak mudah terprovokasi terhadap persoalan tertentu.[] 

Baca juga: