JAKARTA — Para Gubernur Bank Sentral negara-negara di Asia Timur dan Pasifik yang tergabung dalam Executives’ Meeting of East Asia Pacific Central Banks (EMEAP) bertukar pandangan mengenai perkembangan terkini perekonomian dan sistem keuangan di kawasan.

EMEAP merupakan sebuah forum kerjasama yang beranggotakan sebelas bank sentral, yaitu: Bank Indonesia, Reserve Bank of Australia, People’s Bank of China, Hong Kong Monetary Authority, Bank of Japan, Bank of Korea, Bank Negara Malaysia, Reserve Bank of New Zealand, Bangko Sentral ng Pilipinas, Monetary Authority of Singapore, dan Bank of Thailand.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko, Senin, 24 Agustus 2020 mengungkapkan, dalam rapar secara virtual tersebut, disampaikan berbagai respon kebijakan oleh bank sentral di kawasan telah membantu mengurangi tekanan terhadap perekonomian dan pasar keuangan yang disebabkan oleh pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).

“Komunikasi yang proaktif antara bank sentral dengan berbagai otoritas, masyarakat, dan pelaku industri juga telah membantu kelancaran implementasi kebijakan,” jelasnya.

Selain itu kata Onny, para Gubernur Bank Sentral EMEAP juga bertukar pandangan mengenai strategi kebijakan ke depan di tengah perkembangan pandemi dan perekonomian global yang masih diliputi ketidakpastian. Secara khusus, para gubernur sependapat bahwa terdapat tantangan kebijakan dalam upaya menciptakan keseimbangan antara dukungan terhadap pemulihan ekonomi dan upaya menjaga resiliensi sektor perbankan.

Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia menyampaikan rangkaian inisiatif kebijakan yang telah diambil untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung pemulihan ekonomi Indonesia. Disampaikan pula bahwa, untuk meningkatkan efektivitas kebijakan, Bank Indonesia terus mengintensifkan koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait, serta melakukan komunikasi publik secara proaktif.

“Para gubernur menyambut baik kemajuan pelaksanaan berbagai inisiatif EMEAP dalam setahun terakhir, antara lain di bidang pengawasan dan resolusi perbankan, pengembangan pasar keuangan, infrastruktur sistem pembayaran dan sistem keuangan, serta teknologi informasi,” pungkansya.[rilis]