BLANGKEJEREN — Ruang operasi dan bersalin Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Ali Kasim (MAK) Kabupaten Gayo Lues ditutup, setelah dua petugas medis reaktif rapid test.
Direktur RSUD MAK dr Mutia, Senin, 24 Agustus 2020 mengatakan penutupan ruang operasi dan bersalin itu sifatnya hanya sementara, pihaknya masih menunggu hasil uji swab terhadap dua petugas medis yang reaktif rapid test tersebut. Penutupan ruang operasi dan bersalin itu juga sudah kami sampaikan ke Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Forkopimda.
“Tenaga kesehatan yang bertugas di ruang operasi dan bersalin sudah dilakukan rapid test, dan hasilnya, dua orang staf OK dan VK reaktif. Sampelnya sudah kita kirim ke Lab Unsyiah untuk uji swab guna mematikan apakah keduanya postif Covid-19 atau tidak,” jelas Mutia.
Jika hasilnya positif, kata Mutia, ruang oprasi dan bersalin kemungkinan akan ditutup selama 14 hari, tetapi jika hasil swab negatif, maka pelayanan di ruang oprasi dan bersalin akan kembali dibuka seperti biasanya.
“Berdasarkan hasil analisa, kemungkinan ini penyebaran cluster dari pasien ibu melahirkan yang hasil swab positif dari desa Bukit, Kecamatan Blangkejeren, karena ibu itu dioprasi di RS MAK beberapa waktu lalu,” ungkapnya.
Mengingat staf medis dan para medis di RS MAK terbatas kata dr Mutia, dr Spesialis dan tim memohon pembekuan pelayanan di ruangan operasi dan bersalin dengan tujuan memutus mata rantai penularan Covid-19.
Seperti dibritakan sebelumnya, delapan orang warga Gayo Lues positif Covid-19, dua orang warga Putri Betung sudah sembuh, tiga orang warga Kecamatan Pantan Cuaca dan tiga orang warga Blangkejeren masih dirawat di ruang isolasi gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Lempuh.[]



