Oleh: Muharramsyah, M.H.*

Terkait penanganan Covid-19, penting bagi Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Pidie memanggil Bupati Pidie selaku Ketua Gugus Depan Covid-19 Pidie untuk menjelaskan upaya atau grand stategy yang telah disusun dan dijalankan.

Mewabahnya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sudah menimbulkan keresahkan di tengah-tengah masyarakat. Perlu ada kejelasan langkah-langkah atau grand strategy yang cepat dan tepat yang seharusnya dilakukan Pemerintah Kabupaten Pidie.

Selain Bupati Pidie, DPRK juga harus memanggil Wakil Bupati dan Sekda Pdie untuk menambah penjelasan tentang tindak lanjut dari sejumlah surat edaran baik dari kementerian maupun dari Pemprov Aceh. Karena saat ini para Keuchik di seluruh gampong merasa tertekan, di satu sisi mereka harus menyediakan masker, tapi di sisi lain mereka enggak berani menggunakan anggaran karena Bupati belum mengeluarkan Juknis penggunaannya.

Adapun materi yang akan dimunculkan dalam pertemuan dengan Bupati beserta jajarannya itu harus berkaitan dengan Grand Startegy apa yang telah disusun oleh Tim Gugus Depan Covid-19 dalam hal penentuan Skala Prioritas penanganan, belum adanya SOP yang jelas dalam prosedur tugas Tim Gugus Pencegahan Penyebaran, jaminan percepatan Juknis penggunaan dana desa untuk Covid-19, lambannya pembagian sembako, serta mekanisme pendataan. Pemanggilan ini juga sekaligus bentuk pengawasan yang dilakukan DPRK Pidie sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Saat ini masyarakat sangat waswas terhadap apa yang sedang dilakukan oleh Tim Gugus seperti hanya melakukan rapat-rapat yang tidak pernah melahirkan grand strategy pencegahan dan penanganan, serta penentuan skala prioritas sesuai kebutuhan dan kondisi daerah sehingga bisa berdampak positif terhadap efisiensi penggunaan anggaran yang tepat sasaran dan tepat guna. “Rakyat butuh kepastian atas kinerja Tim Gugus, bukan harapan palsu”.

Kondisi buruknya psikologis masyarakat Pidie saat ini juga disebabkan oleh pernyataan Ketua Harian Tim Gugus tentang “tidak perlunya tempat karantina”. Dan tidak hadirnya Bupati sebagai pemimpin negeri untuk mengayomi dan memberikan kasih sayang kepada rakyatnya. “Saat genting seperti ini rakyat Pidie butuh sosok pemimpin yang bisa menenangkan, bukan justru malah sembunyi di gunung menyelamatkan dirinya sendiri”.

Saya melihat pemerintah tidak punya grand strategy. Beberapa kali kebijakan dan pernyataannya berubah-rubah seperti jurus mabok. Ini memunculkan ketidakpercayaan masyarakat. Kini hal yang paling penting adalah bagaimana upaya Tim Gugus dalam menyelamatkan nyawa manusia. Jurus pemerintah harus semakin dimatangkan. Harus ada kebijakan yang tepat sesuai dengan persoalan. Jadi berhentilah “ulok-ulok” agar masyarakat bisa lebih waspada. Beritikad baiklah, jangan buang badan dan lepas tangan, seakan-akan Pidie tidak ada masalah apapun.[]

* Penulis adalah Praktisi Hukum