BLANGKEJEREN – Guru SMP Satu Atap di Desa Lesten, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues mengaku tidak pernah menerima tunjangan khusus  (Tunjangan untuk guru yang mengajar di daerah sangat terpencil) sejak tahun 2018 hingga 2021 ini.

Padahal, menurut mereka, Desa Lesten merupakan desa yang sangat terpencil yang lokasinya terisolir di tengah hutan dan hingga hari ini belum ada jaringan handphone maupun jaringan Internet.

Syarifyul Hidayat dan Syawal guru SMP Satu Atap Lesten Minggu, 14 November 2021, mengatakan seluruh guru SMP yang mengajar di Lesten merasa tidak adil lantaran tidak pernah menerima tunjangan khusus. Sedangkan guru yang mengajar di sekolah dekat dengan pusat kota Gayo Lues mendapatkan tunjangan khusus.

“Kami guru SMP Satu Atap Lesten mempertanyakan kenapa kami tidak pernah dapat tunjangan khusus, padahal seperti kita ketahui, Desa Lesten merupakan salah satu desa yang sangat terpencil, jalan menuju desa belum semua diaspal, dan hingga hari ini tidak ada jaringan Hp dan Internet,” kata Syarifyul Hidayat.

Guru SMP Satu Atap atas nama Syariful Hidayat, Syawal, Musmuliadi dan Jemarinsyah mengaku sudah berulang kali berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan untuk menanyakan syarat dan melengkapi persyaratan agar dapat menerima tunjangan khusus tersebut, tetapi sejak 2018 hingga tahun 2021 ini belum juga terealisasi.

“Kepada pak Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Kepala Dinas Pendidikan Gayo Lues, tolong perhatikan kami yang mengajar di Desa Lesten, kalau rekan kami yang mengajar lebih dekat dengan kota bisa dapat, tolonglah kami pun dapat,” pintanya.

Salid S. Pd Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Gayo Lues Senin, 1 November 2021, mengatakan ada beberapa guru sekolah yang mendapatkan tunjangan khusus tahun 2021, seperti guru yang mengajar di SDN 5 Rikit Gaib, SD Uning, Kecamatan Dabun Gelang, dan SD di Putri Betung.

“Yang mendapatkan tunjangan khusus ini hanya guru yang mengajar pada sekolah yang lokasi desanya berstatus sangat tertinggal yang dikeluarkan oleh Kementrian Desa, berdasarkan survei IDM (Indek Desa Membangun), jika guru inggin mendapatkan tunjangan khusus ini, mohon kiranya pendamping desa beserta penghulu (kepala desa) setempat memperbaiki status desa Lesten yang selama ini tertinggal menjadi sangat tertinggal,” katanya melalui sambungan Telpon WhatsApp.

Menanggapi guru yang mengajar di desa terpencil tidak mendapatkan tunjangan khusus, Wakil Bupati Gayo Lues H.Said Sani mengaku akan memanggil Dinas Pendidikan dan DPMK, sehingga kesalahan data bisa diluruskan, dan yang menjadi hak guru harus diberikan sesuai dengan ketentuan.

“Masalah ini harus dibahas lagi, jangan hanya guru yang dekat dengan kota saja yang diberikan tunjangan khusus. Guru yang mengajar di daerah terpencil juga harus dapat, supaya tidak menjadi kesenjangan di kalangan guru, karena banyak sekolah yang menurut pandangan mata kita masih terpencil tidak dapat tunjangan khusus, data ini harus diperbaiki lagi,” katanya di Pendopo Wakil Bupati. []