SIGLI – Tujuh hari menjelang (H-7) Idulfitri 1441 Hijriah, suasana pasar pakaian di Kota Sigli,  Kabupaten Pidie masih sepi dari pengunjung. Bahkan jika dibanding tahun lalu, pembeli menurun hingga 80 persen.

Pengakuan pedagang pakaian kepada portalsatu.com Sabtu, 16 Mei 2020, suasana tahun ini sangat jauh beda dengan tahun lalu. Biasanya H-10 lebaran, warga sudah mulai memadati pasar untuk membeli kebutuhan lebaran, terutama pakaian.

“Sangat sepi, lihat saja kami hanya duduk – duduk saja karena kurangnya pengunjung. Jika tahun sebelumnya,  saat ini kami sudah sibuk melayani pembeli,” ungkap Abubakar seorang pedagang tekstil di pusat perbelanjaan kota Sigli.

Dia mengaku, sangat terasa suasana sepi tahun ini. Mungkin salah satu penyebabnya adalah pandemi Covid-19 hingga membuat kondisi keuangan masyarakat terpuruk.  “Dampak wabah Covid dan terbatasnya ruang gerak warga dalam bekerja membuat ekonomi terpuruk, ” imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan Ridwan,  penjual pakaian jadi di komplek pasar kota Sigli. Menurutnya, tingkat pengunjung pasar hanya 20 persen jika dibandingka tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat pihaknya merugi, karena dagangan mereka biasanya  banyak terjual hanya pada momen lebaran. Kalau hari – hari biasa barang terjual sangat terbatas.

“Kalau tahun lalu, 10 hari lagi menjelang idul fitri, pembeli mulai ramai. Perbandingannya tahun lalu ada 100 orang pengunjung, hari ini hanya kisaran 20 orang, ” ujar Ridwan.

Disamping itu,  pihaknya juga tidak memasok barang dari Medan,  karena adanya pembatasan gerak akibat pandemi Covid-19.[]