BANDA ACEH – Anggota DPR Aceh yang juga tokoh masyarakat Aceh Tenggara dan Gayo Lues, H. Muhammad Amru meminta generasi muda Alas tidak malu dan ragu-ragu untuk menjaga karakter budaya Tanoh Alas di perantauan, karena karakter suku bangsa sangat perlu untuk sebuah peradaban.
“Jangan malu dan takut untuk menampakan logat sendiri, karena itu kekuatan kita. Tidak perlu takut mengatakan 'berkelahi' menjadi 'mengkelahi', karena itu logat kita di Alas,” kata Muhammad Amru saat menyampaikan pidato pada acara Cultur of Alas yang digelar Taman Budaya Aceh dan Agara Community di Open Stage Taman Budaya Aceh, Jumat, 27 Mei 2016, malam.
Mahasiswa, kata Amru, harus berdiri sebagai masyarakat terdepan dan mampu mengangkat culture Alas hingga ke dunia.
“Termasuk masalah sosial, mahasiswa harus dapat menemukan solusi permasalahan di Alas. Semisal masalah pertambahan penduduk yang menyebabkan berkurangnya lahan. Itu kemudian menjadi pemicu konflik lahan di Aceh Tenggara,” kata Amru yang juga kandidat Bupati Gayo Lues dari Partai Aceh.
Amru menyebut masyarakat Aceh Tenggara harus ke luar dari ketergantungan hutan. Selain itu mesti selalu menanamkan jiwa menjaga hutan seperti melarang penebangan pohon secara ilegal.
“Mahasiswa harus berada di garis depan, kuliah dan pandai untuk memberikan solusi masyarakat Alas harus ke luar dari ketergantungan hutan,” ujar Amru.
Seribuan mahasiswa dan masyarakat Alas di Banda Aceh turut hadir pada acara tersebut. Turut hadir anggota DPR RI H. Irmawan, Kepala Taman Budaya Suburhan, S.H, dan Kepala Dinas Pariwisata Aceh Tenggara Bahagiawati.[]

