LHOKSEUMAWE – Senator Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memprioritaskan anggaran tahun 2019 untuk pembangunan jalan menuju makam Pahlawan Nasional Cut Meutia. Selain itu, pembangunan tanggul sungai di  kawasan Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara.

Hal itu dikatakan Haji Uma saat menggelar pertemuan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Utara, di Lhokseumawe, Rabu, 24 Oktober 2018. Pertemuan itu menindaklanjuti keluhan masyarakat di Kecamatan Pirak Timu soal jalan menuju makam Cut Meutia dan tanggul yang belum memadai.

Haji Uma menyebutkan, pemerintah daerah harus mengalokasi anggaran tahun 2019 untuk pembangunan jalan ke makam Cut Meutia. Selain itu, mempriotaskan kebutuhan masyarakat Kecamatan Pirak Timu dan Matangkuli terkait pembangunan tanggul, supaya mereka bebas dari langganan banjir saat meluap air sungai di kawasan tersebut. 

“Kita juga meminta kepada pemerintah daerah melalui Dinas PUPR Aceh Utara, jika ada usulan maupun program ke pusat, agar ada tembusan ke DPD RI, supaya bisa mengawal pengajuan program tersebut,” ujar anggota Komite II DPD RI asal Aceh itu. 

Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh Utara, Muhammad, mengatakan, terkait pembangunan jalan menuju makam Cut Meutia dan sejumlah jalan lainnya di Aceh Utara, pihaknya sudah empat kali mengajukan kepada pemerintah pusat. Namun, hingga saat ini belum terealisasi.

“Pada tahun 2015 lalu kita juga mengusulkan dana ke pusat mencapai Rp63 miliar. Namun mereka meminta untuk mengusulkan di anggaran lain yaitu dalam kapasitas Dana Alokasi Khusus (DAK), tapi jika dana tersebut digunakan atau diplotkan untuk pembangunan jalan ke makam Cut Meutia sekitar 23 Km, akan terbengkalai pembangunan jalan lain,” kata Muhammad. 

Muhammad mengatakan, di Aceh Utara ada 2.000 Km lebih jalan yang mengalami kerusakan dan perlu perbaikan. Termasuk perbaikan jalan lintas kacamatan, bahkan setiap tahun diusulkan dengan DAK. “Terkait permintaan untuk tembusan ke DPD RI akan kita lakukan ke depan,” ujarnya.

“Dana yang kita usulkan setiap tahun, ada yang digunakan untuk pembangunan jembatan yang ada di sejumlah kecamatan di Aceh Utara, termasuk perbaikan dan rehab. Bahkan dalam tahun ini ada empat jembatan yang sudah kita perbaiki dan direhab,” pungkas Muhammad.[](rel)