LHOKSUKON – Anggota DPD-RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma mengusulkan pembelian solar cell atau mesin diesel tenaga surya untuk mengatasi kekeringan di Aceh Utara. Saat ini, 1.400 Hektar area (Ha) sawah tadah hujan di Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara dilanda kekeringan.
“Untuk menghindari hujan kedinginan, kemarau kepanasan ini tentu tidak bisa dipungkiri bahwa fungsi dari pada aliran air irigasi sangat dibutuhkan untuk kepentingan warga yang menggantungkan hidupnya pada sawah. Membuat irigasi itu suatu keniscayaan yang harus dilakukan, namun sekarang kita lihat ada beberapa irigasi yang dibangun. Jangankan kita menunggu kapan selesainya, pembangunannya pun bisa kita pertanyakan kapan berlanjut lagi. Ada beberapa kendala di sana, baik masalah pembebasan lahan dan lainnya,” ujar Haji Uma kepada portalsatu.com/, beberapa waktu lalu.
Sebagai alternatif, Haji Uma menyarankan untuk memakai sistem pompanisasi. Tidak dipungkiri, kata Haji Uma, mesin pompanisasi membutuhkan Bahan Bakar Minyak (BBM) guna menarik air dari sungai untuk dialiri ke sawah.
“Ada satu klausul dari dana desa yang bisa digunakan untuk hal ini, tapi kelihatannya di daerah terjadi kontroversi terkait pemanfaatan dana desa yang sesuai dengan Permendes itu. Saya pikir untuk mengambil langkah aman agar persepsi ini disetujui semua kalangan dan tidak menimbulkan multi tafsir, harus diarahkan penganggaran kepada sistem pompanisasi yang tidak harus memakai arus listrik. Usulan saya lebih baik belikan solar cell, itu benda berwujud dan bisa menjadi inventaris yang bisa dipertanggug jawabkan. Saya rasa ini tidak jadi multitafsir,” terang Haji Uma.
Haji Uma menjelaskan, sistem pompanisasi adalah sistem sanyo. Arus yang disimpan solar cell itu bisa menggerakkan sanyo sebagai pompa penyedot air.
“Saya rasa ini langkah yang paling bijaksana, tentu tidak melanggar Permendes. Solar cell itu banyak jenisnya dengan harga bervariasi, untuk kebutuhan rumah tangga hanya sekitar Rp 13 juta. Sementara untuk fungsi yang lebih besar, saya rasa harganya juga tidak terlalu mahal. Di Padang Pariaman itu sudah diterapkan, karena sebagian besar wilayahnya berada di dataran tinggi. Mengenai solar cell, selain melalui dana desa juga bisa diajukan ke pemerintah,” pungkas Haji Uma.[]


