SUBULUSSALAM – Pesta domokrasi di Kota Subulussalam memilih calon wali kota dan wakil wali kota periode 2019-2024 akan digelar pada 27 Juni 2018.

Lima pasangan calon (paslon) Wali Kota/Wakil Wali Subulussalam telah ditetapkan KIP menjadi peserta Pilkada 2018. Mereka adalah drh. Jalaluddin – Wagiman atau Jawara dari pasangan jalur independen (perseorangan) nomor urut 1.

Selanjutnya paslon nomor urut 2, Hj. Sartina SE MSi – Dedi Anwar Bancin SE atau MeSada, H. Asmauddin SE -Hj. Asmidar S.Pd atau Hamas nomor urut 3 dan H. Ansari ST MT – Ustaz Sabaruddin SPdI atau OAS nomor urut 4.

Terakhir duet mantan Wakil Wali Kota periode 2009-2014 dan Wakil Wali Kota Subulussalam nonaktif, H. Affan Alfian Bintang SE – Drs. Salmaza MAP atau disingkat Bisa nomor urut 5. 

Lantas paslon seperti apa yang menjadi harapan dari akar rumput, yang sehari-hari berjualan sayur mayur di pasar tradisional berharap dagangan mereka laku agar dapat bertahan hidup untuk memenuhi kebutuhan keluarga?

Suryati Ujung, warga Kampong Subulussalam bersama sejumlah rekannya kepada portalsatu.com/, Jumat, 23 Maret 2018, mengatakan mereka membutuhkan sosok pemimpin yang peduli kepada pedagang kecil.

“Pemimpin yang baiklah terpilih nanti, peduli sama kami-kami ini pedagang kecil,” kata Suryati.

Hal senada diharapkan Asdi Bancin, penduduk Desa Subulussalam. Ia berharap pemimpin yang terpilih di Pilkada 2018 agar mengalokasikan dana bantuan kepada pedagang keci untuk menambah modal usaha.

“Pemimpin yang berpihak kepada masyarakat kecil, supaya kami pedagang sayur ini bisa lebih sejahtera,” timpal Nurhadisah Solin, warga Belegen Mulia.[]