BANDA ACEH – Mayjen TNI Teuku Abdul Hafil Fuddin yang baru saja dilantik menjadi Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), menegaskan bahwa semua personel TNI harus netral dalam Pilkada 2018.
“Saya tidak berbicara Pilkada, namun saya berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 (Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia). Tugas saya jelas, bahwa netralitas TNI itu harus terjamin,” ujar Teuku Abdul Hafil usai upacara pedang pora di Makodam IM, Banda Aceh, Jumat, 23 Maret 2018.
Jenderal bintang dua itu mengatakan, “Tidak ada satu pun prajurit yang tidak netral, sudah perintah panglima TNI”.
Sebagaimana diketahui, di Provinsi Aceh ada tiga kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan pesta dekomrasi pada tahun 2018. Yaitu, Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Pidie Jaya.
Pedang Pora
Mayjen TNI Teuku Abdul Hafil yang menggantikan Pangdam IM sebelumnya, Mayjen Moch. Facrudin, disambut warga Kodam IM menggunakan tradisi pedang pora, sekitar pukul 09.20 WIB. Mayjen TNI Teuku Abdul Hafil sebelumnya menjabat sebagai Pengkaji Bidang Geografi Lemhanas. Sedangkan Mayjen TNI Moch. Facrudin kini menjabat sebagai Asisten Operasi Kasad.
Teuku Abdul Hafil mengatakan, menjabat sebagai Pangdam IM dan kembali ke Aceh menjadi sebuah kebanggaan tersendiri baginya. Oleh karena itu, kesan pulang kampung yang dia rasakan menjadikannya bertekad untuk menjaga keutuhan Aceh, terutama perdamaian.
“Yang terutama saya katakan, saya sangat bangga sekali bisa menjadi pemimpin di Kodam ini. Saya seorang putra daerah, jadi begitu saya turun dari pesawat itu saya terasa bahwa saya telah kembali pulang kampung,” kata Pangdam IM.
“Sesuatu yang berkesan itu adalah apakah saya mampu membawa Kodam ini, bersuara di sini, untuk perdamaian di Aceh,” ujarnya.
Pengdam IM berharap seluruh masyarakat Aceh berkerja sama membangun daerah berjuluk Serambi Mekkah ini.
“Harapan saya, masyarakat Aceh semuanya harus mendukung. Kita bahu membahu, kita bangun Serambi Mekkah ini ke depan,” tegasnya.[]




