BANDA ACEH – Bitcoin dilaporkan terjun ke level terendah dalam enam pekan terakhir, Rabu, 17 Januari 2018. Kondisi ini dipicu setelah Menteri Keuangan Korea Selatan memperbaharui kekhawatiran tentang tindakan keras di salah satu pasar terbesar untuk perdagangan mata uang digital.

“Penutupan mata uang virtual masih menjadi salah satu pilihan,” kata Menteri Keuangan Korea Selatan, Kim Dong-yeon, seperti dilansir CNBC.

Pekan lalu, Korea Selatan dilaporkan bergerak untuk mengendalikan perdagangan kriptocurrency dengan tagihan potensial untuk melarang perdagangan kriptocurrency. Pemerintah negara itu, sejak itu turun dari sikapnya.

Sementara pada Senin kemarin, pemerintah Korea Selatan menyebutkan akan membuat keputusan tentang bagaimana tindakan ke depan setelah melakukan konsultasi dan koordinasi.

Melansir CNBC, Bitcoin turun lebih dari 17 persen ke level terendah, $11.182,71, pada hari Selasa, 17 Januari 2018, dari sebelumnya bertengger di $12.000.

Penurunan harga satuan Bitcoin ini pertama kali terjadi sejak 5 Desember 2017 lalu seperti catatan CoinDesk.

Mata uang digital utama lainnya, termasuk Ethereum, juga mengalami gejolak dan turun secara signifikan. Menurut data CoinMarketCap, Ethereum diperdagangkan pada $1,051.83, turun lebih dari 20 persen dalam 24 jam terakhir, sebelum naik sedikit ke $ 1,117.72.

Kondisi serupa juga dialami Ripple yang turun hampir 27 persen, menjadi $ 1,33 token sebelum pulih sedikit ke $ 1,36.[] Sumber: CNBC.com