LHOKSEUMAWE – PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) NSB bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe menggelar pelatihan edukasi migas untuk jurnalis Aceh Utara dan Lhokseumawe. Kegiatan tersebut berlangsung di Lido Graha Hotel, Cunda, Lhokseumawe, Selasa, 16 Januari 2018.

Ketua AJI Kota Lhokseumawe, Agustiar, mengatakan, kegiatan ini ikut didukung Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA). Pelatihan tersebut diikuti puluhan jurnalis.

“Kita menghadirkan dua pemateri, yaitu Dwi Setyo Irawanto (mantan Redaktur Ekonomi Tempo dan Bloomberg Indonesia) tentang etika cerdas meliput dan menulis isu migas. Lalu, Kanya Kaimana dari SKK Migas Sumbagut. Kegiatan ini juga diisi sesi tanya jawab dan kuis,” ujar Agustiar.

Sementara itu, Dwi Setyo Irawanto mengatakan, tema energi itu merupakan tema yang sangat seksi, tapi kurang diminati atau tidak laku. Pembaca berita secara umum lebih menyukai tema politik yang dianggap lebih menarik.

“Dalam pemberitaan di media online, tema energi itu ayu tapi tidak laku. Miskin klik meski magnitude besar, hanya laris di web berbayar dan laris dibeli para pemain investor. Publik tidak tertarik karena tema energi biasanya berbasis hardnews, berita basi dan tidak inspiring,” ujar Dwi Setyo.

Dwi mengatakan, hal itu bisa disiasati dengan pemilihan tema yang tepat. Bukan hanya event base, tapi juga tren, human interest, human sample dan menyangkut kepentingan orang banyak (masyarakat).

“Jadikan itu menarik dengan penyajian artikel, bukan hanya komoditas yang umum. Sajikan secara unik, bisa ditulis news features dan mengemas dengan keren baik secara infografik, multimedia dan video,” pungkas Dwi Setyo Irawanto.[](idg)