SUBULUSSALAM – Harga cabai merah di tingkat pedagang di pasar Mingguan di Kota Subulussalam semakin pedas sejak memasuki pekan kedua Maret 2016. Harga cabai naik dari Rp30 ribu menjadi Rp50 ribu/kg. Pasalnya, pasokan terbatas, sementara permintaan meningkat.
Heru Selian, pedagang di Pasar Terminal Terpadu Subulussalam, Kecamatan Simpang Kiri,Minggu, 14 Maret 2015, mengatakan, kenaikan harga cabai merah tersebut lantaran minimnya pasokan barang dari petani lokal sejak sepekan terakhir.
“Sepekan terakhir harga cabai naik, karena persedian barang dalam jumlah yang sedikit, sedangkan permintaan lumayan tinggi,” ujar Heru Selian.
Heru menyebutkan, cabai merah terjual 50 sampai 100 kilogram perhari. Lantaran pasokan petani lokal minim, ia harus memasok bahan bumbu dapur tersebut dari Kabupaten Papak Bharat, Sumatera Utara, Aceh Selatan dan Aceh Singkil untuk memenuhi permintaan masyarakat Subulussalam.
Salah seorang warga penjual bumbu dapur di Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Nurhayati mengatakan, kenaikan harga cabai merah sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat.
“Cabai merah itu kan kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat untuk bumbu dapur, kalau harganya naik tentu membuat susah orang-orang yang minim penghasilan. Kami berharap seluruh harga bahan pokok bisa lebih ekonomis atau terjangkau,” ujar Nurhayati.[] (idg)
Laporan Wahda



