LHOKSUKON – Masih tingginya harga cabai merah di pasaran mengakibatkan minat pembeli menurun. Saat ini para pedagang mengaku tidak berani menyimpan stok banyak, mengingat daya beli masyarakat sangat minim.

“Jika biasanya membeli seperempat kilogram, kini rata-rata konsumen hanya membeli 1 ons atau 100 gram. Itu mereka lakukan dengan harapan besok harga cabai akan turun dan demikian seterusnya,” kata Syarifuddin, 45 tahun, pedagang bumbu dapur di Kompleks Pasar Ikan Kota Lhoksukon, Aceh Utara kepada portalsatu.com, Rabu, 19 Oktober 2016.

Ia menyebutkan, saat ini harga cabai merah Rp 75 ribu per kilogram, sedikit turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 82 ribu. Namun demikian untuk harga eceran per ons, para pedagang menjual dengan kisaran Rp 8 ribu hingga Rp 9 ribu.

Cabai hijau stabil Rp 34 ribu perkilogram, cabai rawit dari Rp 32 ribu turun menjadi Rp 30 ribu. Bawang merah peking turun dari harga Rp 20 ribu menjadi Rp 16 ribu, bawang merah kampung stabil Rp 34 ribu, demikian juga dengan harga bawang putih yang tetap stabil Rp 34 ribu.

“Harga telur juga sudah turun dari Rp 35 ribu per papan (30 butir), kini menjadi Rp 32ribu,” katanya.[]

Laporan Cut Islamanda