SUBULUSSALAM – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Subulussalam mulai menggembirakan petani setelah beberapa bulan terakhir sempat anjlok ke level paling rendah.
Kini harga TBS perkilogramnya di tingkat petani berkisar Rp 1.000 hingga Rp 1.330. Sebelumnya harga anjlok Rp 500-600 perkilogramnya. Meski naik, harga belum menyentuh harga stabil seperti sebelumnya yang mencapai Rp 1.600 perkilogram.
“Dengan mulai naiknya harga kelapa sawit, akan sangat menggembirakan bagi petani kelapa sawit, apabila jika dibandingkan dengan harga sebulan yang lalu, yang sangat memukul petani,” kata Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kota Subulussalam, Ir. Natap Ginting, kepada portalsatu.com, Selasa, 15 Maret 2016.
Seiring membaiknya harga kelapa sawit kata Netap, hasil produksi komoditas kelapa sawit di wilayah Kota Subulussalam dan Aceh Singkil juga ikut meningkat, sehingga diharapkan akan memberi dampak yang baik kepada petani kelapa sawit.
Ia juga sangat mengharapkan, agar stabilitas harga komoditi kelapa sawit dapat selalu dipertahankan, sehingga tidak sampai merugikan petani akibat harga yang tidak menentu di pasaran.
Dalam hal ini peran pemerintah juga sangat diharapkan agar dapat menciptakan usaha produk turunan kelapa sawit di daerah, sehingga ikut berpengaruh terhadap stabilisasi harga salah satu produk perkebunan tersebut.
Harga TBS yang sempat anjlok hingga Rp 500 – 600 perkilogram sebelumnya sangat memukul petani sawit di Kota Subulussalam. karena selain ikut mempengaruhi pendapatan petani, juga menjadi beban terhadap operasional serta beban biaya perawatan tanaman.
Netap menambahkan, faktor naiknya harga buah di tingkat petani dikarenakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan harga TBS. Pertama adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Kedua, penurunan produksi akibat cuaca juga ikut mempengaruhi.[](ihn)
Laporan Wahda di Subulussalam



