SUBULUSSALAM – Angin segar sedang menyelimuti petani sawit di wilayah Kota Subulussalam sejak pertengahan September ini. Pasalnya, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mulai bergerak naik menjadi Rp900 per kilogram di tingkat petani dari sebelumnya Rp850 per kilogram sejak beberapa hari terakhir.
Kondisi ini sedikit memberi angin segar bagi petani sawit di sana setelah sebelumnya, harga TBS yang begitu lama anjlok hingga mencapai titik terendah Rp600 per kilogram menyebabkan perekonomian masyarakat di Bumi Syekh Hamzah Fansuri terlihat lesu hingga saat ini.
Kini, harga komuditas unggulan masyarakat itu dalam tiga hari terakhir mulai bergerak naik di angka Rp900 per kilogram. Jumlah tersebut sebenarnya masih tergolong murah mengingat biaya perawatan dan harga pupuk tak pernah turun justru semakin naik. Namun begitu petani tetap bersyukur dengan adanya pergerakan menuju ke arah positif ini.
“Ya, alhamdulillah, dalam tiga hari terakhir ini ada pergerakan sedikit naik menjadi Rp900 per kilogram. Semoga saja terus bergerak naik di atas angka Rp1.000 per kilogram,” kata Supriadi, salah seorang petani sawit di Kota Subulussalam, Senin, 16 September 2019.
Petani berharap, pergerakan harga ini terus berlanjut hingga mencapai angka ideal sekitar Rp1.500 per kilogram di tingkat petani. Hal ini mengingat biaya perawatan dan pemupukan memerlukan biaya besar agar produksi buah maksimal.
Harga TBS murah sekitar setahun terakhir berdampak menurunnya produksi buah lantaran banyak kebun petani tidak dirawat dengan baik. Hasil panen yang diperoleh petani juga minim karena sawit murah, jika sebelumnya pemupukan dilakukan dua kali setahun atau minimal satu kali setahun, kini tak ada lagi.
Ketika sawit tak dirawat dengan baik, maka produksi buah turun drastis. Hal ini berdampak luas terhadap kondisi perekonomian Kota Subulussalam menjadi lesu, karena mayoritas masyarakat di sana usaha kebun sawit sebagai mata pencaharian mereka.
“Mayoritas masyarakat bertani kebun sawit. Ketika TBS turun, otomatis berdampak pada kondisi perekonomian juga menjadi lesu. Ini sekarang TBS sudah mulai bergerak naik, semoga tidak turun lagi,” harapan Amri petani sawit lainnya.[]



