SUBULUSSALAM – Para petani kelapa sawit di wilayah Kota Subulussalam kembali diselimuti keresahan menyusul harga tandan buah segar (TBS) kembali anjlok menjadi Rp750 per kilogram di tingkat petani sejak beberapa pekan terakhir.
“Murah sekali harga TBS, tiga hari lalu saya jual cuma Rp750 per kilogram, sebelumnya Rp830 per kilogram,” kata petani sawit, Rahmin Bancin, kepada portalsatu.com/, Selasa 20 November 2018.
Kondisi ini menyebabkan perekonomian masyarakat menjadi lesu disebabkan mayoritas penduduk di Bumi Sada Kata ini berpenghasilan dari usaha kebun kelapa sawit.
“Harga TBS murah jangankan untuk merawat kebun beli pupuk, untuk kebutuhan sehari-hari saja kadang terancam, harus minjam-minjam uang dulu sama tetangga,” ucapnya.
Para petani mengaku tidak tahu penyebab turunnya harga komoditas unggulan tersebut. Mereka hanya memperoleh informasi dari agen pengumpul menyebutkan TBS murah lantaran harga minyak sawit mentah di pasaran dunia mengalami penurunan.
“Agen pengumpul bilang TBS turun di tingkat pabrik akibatnya harga tingkat petani juga turun,” ujar Rahmin Bancin.
Afdal, petani lainnya berharap harga TBS kembali naik mencapai titik aman Rp1.500 per kilogram di tingkat petani mengingat harga kebutuhan pokok sekarang tergolong mahal.
“Idealnya, jika melihat harga barang sekarang ini, minimal harga TBS di tingkat petani Rp1.500 per kilogram, itu baru pas untuk saat ini,” kata Afdal.[]



