Pakar Tafsir Indonesia, Prof. Quraish Shihab menjelaskan, Nabi Muhammad Saw., menyampaikan rasa syukur atas hari kelahirannya. Cara Nabi Muhammad mensyukuri hari kelahirannya adalah dengan berpuasa setiap hari Senin.
“Dalam Shahih Muslim, Nabi ditanya, ‘kenapa Nabi berpuasa pada hari Senin?’ Beliau menjawab ‘itulah di mana hari aku lahir,” kata Prof. Quraish dalam sebuah video di-unggah akun YouTube Mata Najwa, 19 November 2018.
Penulis kitab Tafsir Al-Misbah ini menambahkan, Nabi Isa juga bersyukur atas hari kelahirannya. Dalam Alquran surah Maryam ayat 33, Nabi Isa As., berdoa agar ia mendapatkan kesejahteraan di hari ia dilahirkan, di hari ia wafat, dan pada hari ia dibangkitkan.
Tidak hanya itu, lanjut Prof. Quraish, jauh sebelum Muhammad diangkat menjadi seorang nabi dan rasul Allah, ada orang yang gembira menyambut kelahirannya. Dialah Abu Lahab.
Mengutip keterangan dalam kitab Shahih Muslim, Prof. Quraish mengungkapkan, Abu Lahab begitu gembira ketika mendengar dari budaknya kabar bahwa Aminah telah melahirkan anak lelaki, Muhammad. Seketika itu juga, Abu Lahab memerdekakan budaknya tersebut karena telah memberinya sebuah kabar gembira.
“Abu Lahab diceritakan oleh Al-Abbas, paman Nabi, bahwa beliau bermimpi melihat Abu Lahab. Dikatakan ‘bagaimana keadaanmu?’ Dia (Abu Lahab) berkata ‘saya seperti yang engkau lihat. Tersiksa. Tapi setiap hari Senin Allah meringankan siksa-Nya kepadaku karena aku bergembira dengan kelahiran Nabi Muhammad',” ujar doktor lulusan Al-Azhar, Kairo, Mesir ini.
Abu Lahab adalah paman Nabi Muhammad Saw. Ia adalah kakak seayah dari ayah Nabi Muhammad, Abdullah bin Abdul Muthalib. Ia memang sangat bergembira dengan kelahiran keponakannya tersebut. Namun saat Muhammad diangkat menjadi seorang nabi dan rasul Allah, Abu Lahab menjadi salah seorang yang paling menentang dan memusuhinya. Ia dikenal sebagai musuh Islam terbesar sepanjang sejarah. Hingga namanya diabadikan menjadi salah satu nama surah di dalam Alquran, Al-Lahab.
(Muchlishon)[]Sumber: nu.or.id



