Dunia dan segala isinya sering membuat mata manusia hijau, lupa diri dan lupa daratan. Bahkan ada yang sampai saling menyakiti, berujung kepada perselisihan dan pertumpahan darah. Dan, yang paling berbahaya adalah membuat manusia itu berpaling dari Allah SWT.

Rasulullah SAW., mengingatkan bahayanya jika seseorang berambisi pada dunia. “Barang siapa yang di dunia ini adalah semangat dan hasratnya, kepadanya ia memberikan perhatian dan untuknya ia berniat, niscaya Allah menjadikan kefakiran dihadapan kedua matanya. Allah SWT akan memporak-poandakan segala urusannya dan tidak akan ia perolehh darinya kecuali sekadar apa yang telah ditetapkan untuk dirinya.” (HR. Bazzar, Thabrani, dan Ibnu Hibban).

Dunia sesungguhnya hanya sebagai tempat sementara. Dunia ini tak lebih dari tempat bercocok tanam, sedangkan panennya akan diperoleh dalam kehidupan di akhirat nanti. Namun, tetap saja begitu banyak manusia yang lupa akan hakikat dunia, sehingga kesenangan dan kenikmatan dunia menjadi ambisi manusia. Kecinta manusia terhadap harta, tahta dan wanita ini menyebabkan manusia khususnya laki-laki lupa kepada Allah SWT.

Inilah tiga senjata ampuh setan untuk mengelabui manusia khususnya laki-laki, yaitu:

1. Harta

Suatu ketika, Rasulullah SAW., bertanya kepada para sahabatnya, “Kepada siapakah di antara kalian yang harta milik ahli warisnya lebih berharga daripada miliknya sendiri?”

Mereka menjawab, “Setiap orang menganggap harta miliknya sendiri lebih berharga daripada milik ahli warisnya.”
Kemudian, Rasulullah bersabda, “Hartamu adalah apa yang kamu pergunakan dan harta ahli warismu adalah yang tidak kamu pergunakan. Tidak ada sedikit pun di antara yang kamu mempunyai (yakni harta dan penghasilan) yang benar-benar jadi milik kamu, kecuali yang kamu makan dan kamu gunakan sampai habis, pakaian yang kamu pakai dan kamu tanggalkan, dan yang kamu belanjakan untuk kepentingan bersedekah, yang imbalan pahalanya kamu simpan untuk kamu.” (HR. Imam Muslim dan Ahmad).

Berhadapan dengan harta, mausia seperti meminum air laut. Semakin diminum, manusia semakin haus dan haus, tak pernah ada rasa puas, tak pernah ada rasa kenyang. Sebelum punya kendaraan, ia ingin punya sepeda. Sudah punya sepeda, ia ingin memiliki sepeda motor. Sudah punya sepeda motor, ia ingin memiliki mobil. Sudah punya mobil, ia ingin memiliki mobil yang bagus. Sudah ada mobil bagus, masih ingin lebih dari satu, dan begitu seterusnya.

Sebelum menikah, ia ingin menikah. Sudah menikah, ingin punya anak. Sudah punya anak, belum punya rumah. Sudah punya istri, suami, anak, rumah, belum punya kendaraan, dan begitu seterusnya, tak akan pernah habis.

Benarlah sabda Rasulullah SAW. Ibnu Abbas ra., mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Jika manusia memiliki satu lembah yang terdiri dari emas, niscaya ia masih ingin memiliki dua lembah lagi, dan tidak akan pernah puas mulutnya, hingga debu (kematian) yang menyumpalnya, dan Allah SWT akan menerima tobat para hamba yang bertobat kepada-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Tahta

Tahta adalah amanah Allah SWT., yang seharusnya kita sikapi dan kita laksanakan sebaik-baiknya. Tahta pasti tidak akan langgeng, ada masanya, ada awalnya dan juga ada akhirnya.

Mengejar tahta atau jabatan sebagai presiden, menteri, anggota dewan, pegawai negeri, atau jabatan apa pun di dunia ini sering memalingkan tujuan aktivitas kita, dari mengabdi kepada Allah, menjadi budak jabatan.

Oleh karena itu, luruskan niat, terhadap jabatan kita. Pandanglah jabatan sebagai media dan alat untuk mendekatkan diri kepada Allah. Jangan sampai tahta atau jabatan sebagai tujuan utama kita.

3. Wanita

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW., berikut ini.

“Abu said al-Khudri ra., mengatakan bahwa Rasulullah SAW., bersabda, ‘Sesungguhnya dunia itu manis dan indah, dan sesungguhnya Allah SWT menguasakan kepada kalian untuk mengelola yang ada di dalamnya, kemudian Allah mengawasi apa yang kalian perbuat. Oleh sebab itu, hati-hatilah kalian terhadap dunia dan wanita. Sesunggunya bencana yang pertama kali timbul pada Bani Israil adalah karena wanita.”’ (HR. Muslim).

Allah SWT berfirman. “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa apa yang diingini. Yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan (kendaraan yang bagus), binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran:14)

Banyak laki-laki hancur karier dan kedudukannya gara-gara wanita. Namun, tidak sedikit pula laki-laki menjadi mulia juga karena didekatnya ada wanita mulia. Lihatlah, Qabil putra Adam as. Ia hancur dari kedudukannya sebagai hamba Allah, kemudian menjadi hamba setan karena tidak tahan dengan kecantikan Iklima. Lihatlah, betapa hebat Ismail as. Di samping karena bapaknya seorang Rasul, juga karena ibunya seorang Hajar, yang kuat imannya, kokoh sabarnya, dan dahsyat keikhlasannya.

Bahkan banyak tokoh dunia yang hancur kedudukannya (jabatan) disebabkan wanita, baik di dalam maupun di luar negeri. Boleh jadi, benar sekali statement yang mengatakan bahwa, “Wanita adalah tiang negara. Jika baik wanita, baik pula negara. Namun, jika rusak wanita, hancurlah negara itu.”

Persoalan kita dalam rumah tangga berbeda dengan persoalan kita di tengah keluarga. Dalam keluarga, kita selalu diberi dan diberi. Namun, dalam berumah tangga, kita yang harus memberi dan memberi.

Ada banyak pesan Rasululah SAW., mengenai wanita yang salihah. Salah satunya adalah wanita tiang negara yaitu benar adanya. Istri salihah adalah tiang rumah tangga, keluarga, bahkan tiang negara. Ia yang membuat rumah dalam hati setiap anggota keluarga, rumah bagi setiap anak-anaknya, bahkan tanpa ada dia, tidak akan ada negara yang kukuh dan aman.[] Sumber: bacaanmadani