TAPAKTUAN — Produksi panen padi di lokasi cetak sawah baru di Desa Pante Geulima, Kecamatan Labuhan Haji, Aceh Selatan mencapai 7-8 ton perhektare. Bati Tuud Koramil 10/Labuhanhaji Pelda Rafli Armaji selaku pendamping petani mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya hasil panen hanya mencapai rata-rata 6,3 ton perhektare.

“Alhamdulillah kali ini sejak 2017 ada program cetak sawah baru sudah mencapai tujuh bahkan ada beberapa titik yang delapan ton perhektar dalam satu areal persawahan,” kata Pelda Rafli melalui siaran pers, Jumat, 23 Februari 2018.

Hasilnya kata dia, memang bervariasi, pada waktu panen perdana beberapa hari sebelumnya yang dihadiri Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Kav Hary Mulyanto, hitungan hasil ubinan hanya 5 ton perhektare.

“Namun yang sawah di pinggir jalan besar hasilnya 8 ton, dekat pagar sekolah 7 ton. Jadi jika kita hitung rata – rata mencapai sekitar 7 ton perhektar,” ujarnya.

Hasil ini kata dia sudah melampaui target di atas standar nasional yaitu 5 ton perhektare. Hasil di sawah cetak baru ini kata dia bisa maksimal jika tidak ada gangguan hama tikus dan burung.

“Kita bisa jamin itu, paling banyak kita bisa dapat hasil panen 7 ton lebih perhektare,” katanya.

Sementara Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Kav Hary Mulyanto saat menerima laporan hasil panen dari Bati Tuud yang mencapai rata – rata 7 ton merasa sangat bersyukur.

“Alhamdulillah, kita bersyukur tahun ini  bisa mencapai hasil panen yang luar biasa, ini adalah hasil jerih payah selama ini, semoga dengan menjadi pelopor dalam meningkatkan swasembada pangan bisa membius masyarakat petani untuk lebih semangat,” ucapnya.

Program cetak sawah baru di Pante Geulima mencapai 1,05 hektare lahan.[]