MEDAN – Selama ini orang-orang bangga dengan kehadiran bus mewah jurusan Banda Aceh-Medan.

Fasilitas full AC dan sebagian menyediakan koneksi internet, ditambah hadirnya bus dua tingkat dengan kursi besar dan mini bioskop menjadikan bus yang beroperasi di Aceh sebagai salah satu armada angkutan umum termegah di dunia.

Namun, kemewahan fasilitas itu tidak diiringi dengan keamanan dan kenyamanan penumpang serta barang bawaan mereka. 

Dalam keadaan tertentu, kenyamanan penumpang perempuan yang bepergian seorang diri bisa terancam.

Misalnya, perempuan yang bepergian seorang diri, dari Medan ke Banda Aceh, dan kemudian dalam bus itu hanya dia perempuan, dan bus itu melintasi tempat sepi, seperti Gunung Seulawah, ia bisa saja diganggu oleh laki laki dalam bus.

Sudah ada beberapa orang melaporkan itu, saat mereka menumpang bus Banda Aceh-Medan.

Dalam kasus lain, apabila anda bepergian seorang diri, misalnya, dari Banda Aceh ke Medan, dan, di pertengahan jalan, misalnya di Langkat, seseorang naik dan duduk di samping anda, maka jika anda tertidur, barang bawaan seperti laptop yang anda taruh di dekat kaki, saat anda terjaga, orang itu telah turun bersama barang anda. 

Demikian dua contoh kecil bahwa keamanan dan kenyamanan bus Banda Aceh-Medan, tidak semewah yang anda dengar.

Pemilik armada angkutan umum seperti bus di Aceh dan sekitarnya, serta pemerintah diharapkan mengatasi hal itu dengan segera supaya nama baik bus mewah terjaga, serta nama Aceh sebagai wilayah syariat Islam terpelihara. 

Perusahaan dan pemerintah harus menyelesaikan masalah itu. Bahwa barang sekecil apapun di dalam bus harus aman, dan keamanan perempuan harus terjamin. 

Sebuah negeri yang maju dan indah itu, di dalamnya, seorang perempuan bisa bepergian seorang diri dari Sabang ke Jakarta tanpa seorang pun mengganggunya, serta anda tidak perlu khawatir barang anda sekalian walau ditaruh di mana pun.[]