Sabtu, Juli 20, 2024

Peringati Haul Abati Banda...

LHOKSEUMAWE - Ratusan jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i Aceh menggelar pawai akbar dalam...

Pj. Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyerahkan bantuan masa panik secara simbolis...

Sekum PB PON Wilayah...

BANDA ACEH – Progres pembangunan beberapa venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI...

PT PIM Bantu Korban...

ACEH UTARA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan bantuan kepada korban badai...
BerandaHikmah dan Doa...

Hikmah dan Doa Takziyah

KEHIDUPAN di dunia ini diwarnai oleh bermacam fenomena yang menimpa kita. Ada kalanya sehat dan terkadang sakit, atau musibah kerap menyelimuti kita.

Kita sebagai Muslim tentunya bersaudara. Dalam agama kita saat seseorang menimpa musibah atau sakit, dianjurkan untuk bertakziah. Para ulama  dalam mendefinisikan “ta’ziyah” mempunyai beragam redaksi namun substansinya masih dalam satu koridor.

Syekh Ibnu Abidin dalam kitab Radd al Mukhtar menyebutkan: “Berta’ziyah kepada ahlul mayyit (keluarga yang ditinggal mati) maksudnya ialah, menghibur mereka supaya bisa bersabar, dan sekaligus mendo’akannya”.

Sementara itu Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Azkar mengatakan “takziyah” merupakan memotivasi orang yang tertimpa musibah agar bisa lebih bersabar, dan menghiburnya supaya bisa melupakannya, meringankan tekanan kesedihan dan himpitan musibah yang menimpanya”. (Kitab Al Adzkar, Imam An-Nawawi, h.126).

Menjenguk orang sakit mempunyai pahala yang sangat besar bahkan Allah pun akan memerintahkan sang malaikat untuk mendoakan mereka yang melakukan takziyah. Penjelasan ini sebagaimana disebutkan dalam hadist Nabi SAW yang berbunyi: “Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah ).

Orang sakit yang sangat mengharapkan bantuan dari kita baik semangat, doa dan lainnya. Ibarat mereka yang sedang karam dalam laut, tidak menginginkan uang, makanan atau sejenisnya melainkan pelampungan dan seumpamanya. Begitu juga mereka yang sedang musibah atau sakit.

Kita sebagai  orang yang membesuk mereka, sangat dianjurkan untuk mendoakan orang yang sakit, di antara untaian doa tersebut yaitu:
“?La baksa Tahurun In Sya Allah”
“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, Insya Allah.” (HR. al-Bukhari).

Dalam riwayat lain juga disebutkan doa bertakziyah, berbunyi:
“As-alullaha al-'adhima rabbal 'arsyil 'adhimi An-Yasyfika
(Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, agar menyembuhkan penyakitmu.” (HR. at-Tirmidzi, dan Abu Daud)

Hendaknya kita sesama Muslim terus meningkatkan persaudaraan dan ukhuwah islamiyah dengan saling melakukan takziyah dan ini pekerjaan yang dianjurkan dalam syariat serta mempunyai hikmah yang sangat besar.[]

Baca juga: