SUBULUSSLAM – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Kota Subulussalam sejak beberapa bulan terakhir tak kunjung membaik. Bahkan hingga menjelang akhir tahun belum juga ada tanda-tanda kenaikan yang signifikan terhadap buah dari tanaman komoditas unggulan ini.
Harga TBS saat ini di tingkat petani sekitar Rp800 per kilogram atau naik Rp50 per kilogram dari harga sebelumnya Rp750 per kilogram pekan lalu. Kondisi ini juga tidak banyak menolong petani karena harga masih sangat anjlok menyebabkan kebun sawit banyak tidak terawat.
"Masih murah Rp800 per kilogram, gini-gini aja harga TBS sejak sebelum bulan puasa kemarin," kata Majikran Manik agen pengumpulan kepada portalsatu.com/, Senin, 10 Desember 2018.
Jika menilik ke tahun lalu, harga TBS menyentuh Rp1.500 per kilogram pada Desember 2017 lalu hingga memasuki bulan Februari. Namun kondisi berbeda terjadi pada tahun 2018 harga TBS tidak kunjung membaik bahkan hingga menjelang berakhirnya tahun.
“Tak tahu kita apa penyebabnya lama kali harga TBS anjlok, kalau tahun lalu di bulan Desember itu lumayan harganya,” kata Majikran Manik di sela-sela memuat buah sawit di kebun warga di Kampung Penanggalan Barat.
Para petani di wilayah Kota Subulussalam tidak mengetahui penyebab anjloknya harga TBS hampir sepanjang tahun 2018 kecuali di Januari dan Februari lalu harga menembus Rp1.500 per kilogram.
“Nggak tahu juga apa penyebabnya, di pabrik harga TBS juga masih murah,” kata Mujikran Manik seraya menyebutkan ongkos muat dan biaya transportasi ke pabrik sekitar antara Rp200-250 per kilogram.[]



