BANDA ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menggelar rapat koordinasi kerja untuk menghitung indeks risiko bencana di Aceh, di Hotel Kryad, Banda Aceh, Jumat, 6 Juli 2018. Rapat koordinasi itu diikuti unsur pengarah BPBA dan Kepala Pelaksana BPBD kabupaten/kota.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBA, Teuku Ahmad Dadek, S.H., mengatakan, indeks risiko bencana harus dihitung karena ini menunjukkan bagaimana dalam kesiapan bencana alam, apakah risiko yang dihadapi rendah, sedang atau tinggi.

“Kita perlu fokus dalam peningkatan kesadaran masyarakat tentang budaya sadar bencana, jangan hanya masalah darurat. Tetapi pencegahan jauh lebih penting,” kata Ahmad Dadek, kepada portalsatu.com/, via WhatsApp.

Sementara itu, Kepala BPBA Ex-Officio Sekda Aceh diwakili Staf Ahli Gubernur Aceh, Drs. Rachmat Fitri, HD., MPA., menyebutkan, bencana sangat memengaruhi hasil pembangunan, sehingga indeks bencana harus dihitung untuk kepentingan menurunkan risiko. “Sehingga masing-masing kabupaten/kota tahu apa yang harus dilakukan” ujar Rachmat.[]