LHOKSUKON – Sejumlah gampong di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara terendam banjir sejak Minggu 7 Februari 2016 dini hari. Air setinggi lutut orang dewasa juga merendam ruas jalan pusat pertokoan dan pasar ikan Kota Lhoksukon. Sementara warga di Kecamatan Pirak Timu dan Matangkuli dalam kondisi siaga banjir.
Di antaranya meliputi Kampung Baru, Lorong III, Gampong Dayah, Beringen, Nga, sebagian Meunasah Pante dan sejumlah gampong lainnya.
Saiful, 32 tahun, pedagang kelontong di Komplek Pasar Ikan Kota Lhoksukon menyebutkan, dirinya memilih menutup kedai karena ketinggian air banjir sudah mencapai lutut.
“Jika banjir begini, pembeli pun enggan masuk ke pasar. Apalagi air banjir bercampur air parit yang bau dan berwarna kehitaman. Banjir kali ini akibat hujan deras semalam,” ujarnya.
Setiawati, 45 tahun, warga Kampung Baru mengatakan, meski banjir kali ini akibat curah hujan tinggi, ia dan keluarganya mulai mengevakuasi barang elektronik dan perabotan rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi.
“Air di sungai sangat tinggi, bahkan di parit jalan pun sudah meluap. Saya masih trauma dengan banjir besar akhir Desember 2014 lalu. Saat itu banyak barang yang terendam karena telat diselamatkan, termasuk mobil dan sepeda motor yang ikut terendam selama berhari-hari,” ucapnya.
Sementara itu, Dahlan, Geuchik Gampong Pange, Kecamatan Pirak Timu secara terpisah menambahkan, sejauh ini Kecamatan Pirak Timu dan Matangkuli masih aman, namun warga sudah waspada mengingat air sungai sudah penuh dan hampir meluap.
“Sejak semalam warga sudah mulai mengevakuasi barang ke tempat yang lebih tinggi. Karena banjir bisa datang tanpa diduga, bahkan saat warga terlelap tidur,” jelasnya.[](tyb)



