Meninggal Dunia Lantaran Layanan BPJS Dipersulit
Seorang bocah kecil tak berdosa meninggal dunia akibat terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD), muntaber dan saat itu tidak mendapatkan tindakan cepat dari pihak rumah sakit lantaran dipersulit administrasi BPJS.
Sudah menjadi hal yang biasa pasien dengan jartu BPJS sering kali dinomor duakan dibanding dengan pasien reguler yang berobat dengan biaya sendiri. Jika hal tersebut terjadi maka pasien yang sudah dalam keadaan kritis tidak akan tertolong dan akhirnyaMeninggal Dunia Lantaran Layanan BPJS Dipersulit serta lama menunggu untuk mendapatkan pelayanan.
Kasus ini sering terjadi, bahkan serinng terulang lagi meski berita akan hal ini sudah sering dipublikasikan oleh media-media mainstream. Meski demikian, nampaknya pemerintah terkesan diam saja.
Sebagaimana cerita dari keluarga Robby Maruna Nayya, warga lebak yang mengeluhkan setelah keponakannya terjangkit DBD dan muntaber. Dari akun facebooknya, Robby mengutarakan bahwa pihak rumah sakit MISI Kab. Lebak telah lalai dan berbelit-belit perihal administrasi pasie BPJS.
Dikarenakan lamanya proses administrasi, kemponakan Robby yang sudah dalam keadaan kritis akhirnya muntah darah hingga akhirnya meninggal dunia. Berikut tuturannya dalam akun Facebooknya:
setelah status tersebut yang diposting di facebook disertai dengan beberapa foto keponakannya yang banjir darah, para Netizen ikut berbela sungkawa dan mendukung aksi Robby untuk mengusut tuntas masalah ini. Setelah diupload, banyak pula komentar yang bermunculan di kolom komentar untuk memberikan dukungan dan juga sekedar mengucapkan rasa bela sungkawa.
Turut berduka bang .usut trs smpe tuntas emg bangsat pelayanan bpjs ga da guna nya kmm mktu d rwt d rs qodar jg saya di telantarkan krna saya memakai pelayanan krtu bpjs.. tulis akun dengan nama Dhonie
lain dengan akun bernama Toto
nakalnya rumah sakit demi ke untungan semata, . turut berduka cita kawanku
Innalillahi ana jg mengalami pelayanan BPJS yg kurang bai sampai berakibat meninggalnya alm. Ibunda ana ukh.. tambah Zahra Fiana
Semoga dengan adanya berita dan keluhan seperti ini, tidak terulang lagi di rumah sakit manapun. Jangan ada anggapan bahwa pasien BPJS adalah kelas nomor dua. Semua orang butuh pelayanan cepat saat berobat, selebih lagi jika sudah dalam keadaan kritis maka tindakan medis sangatlah diperlukan.
Jika memang masih ada anggapan bahwa pasien BPJS itu nomor dua, maka alangkab baiknya jika sitem BPJS dihapus saja agar tidak menimbulkan madharat yang lebih besar di masyarakat.[]
Sumber: sebatasberita.com/okezone.com




