Kamis, Juli 25, 2024

Buka Rapimda KNPI Subulussalam,...

SUBULUSSALAM - Penjabat (Pj) Wali Kota Subulussalam, H. Azhari, S. Ag., M.Si mengatakan...

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...
BerandaInspirasiHukum Bermusik dalam...

Hukum Bermusik dalam Islam

Selama bulan Ramadan 2021, CNNIndonesia.com menghadirkan tanya jawab seputar Islam (Tajil). Kali ini, tanya jawab seputar Islam membahas tentang hukum bermusik.

Tanya
Apa Hukum Bermusik dalam Islam?

Jawab
Narasumber: Menteri Agama Indonesia 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ada pertanyaan yang muncul bagaimana sesungguhnya Islam menghukumi manusia bermusik? Apakah bermusik itu sesuatu yang haram atau diperbolehkan atau malah dianjurkan?

Para ulama mengatakan bahwa tidak ada larangan yang eksplisit terkait musik. Misalnya ulama besar Imam Al-Ghazali dalam kitabnya ihya ulumudin. Beliau mengatakan bahwa tidak ada larangan yang eksplisit terkait bermusik.

Jadi, terkait larangan dan pengharaman bermusik itu lebih karena bermusik itu dikaitkan dengan hal-hal yang bisa menyebabkan kita melalaikan diri atas kewajiban yang harus kita tunaikan. Atau dikaitkan dengan hal-hal kemaksiatan.

Misalnya, bermusik yang begitu asyik itu mengakibatkan kita melalaikan salat atau bahkan menjadi sarana berjudi serta mengonsumsi minuman keras.

Jadi larangan dan pengharaman bermusik itu lebih dikaitkan pada hal-hal yang telah dilarang oleh agama Islam, bukan musiknya itu sendiri.

Tapi juga ada sebagian kalangan ulama yang mengharamkan sama sekali, semata-mata agar kita tidak terperosok dengan hal-hal yang dilarang agama.

Menurut hemat saya, sesungguhnya Allah SWT itu indah dan menyukai keindahan.

إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ

“Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan.” (HR. Thabrani)

Bahwa keindahan itu hakikatnya sesuatu yang disukai Allah SWT.

Itulah mengapa Allah SWT menciptakan berbagai keindahan di semesta ini, bahkan di kalangan tasawuf, sufi-sufi ternama, seperti Jalalludin Rumi mengatakan bahwa musik itu sarana yang mengantarkan kita pada kebenaran.

Jadi ritual peribadatan diiringi bunyi-bunyian, suara-suara yang terpola sedemikian rupa, yang sedemikian indahnya. Mereka meyakini suara, nada, itu hakikatnya sesuatu yang indah yang mengantarkan kita kepada Allah SWT.

Terlepas kita sekarang ini mau mengatakan musik haram atau justru dengan musik kita bisa membawa jiwa, perasaan untuk semakin mengakui kemanusiaan, kemudian mengetahui siapa Tuhan kita.

Wassalamualaikum. Wr. Wb.[]sumber:cnnindonesia.com

Baca juga: