Ibu Hamil Tetap Berpuasa di Bulan Ramadan, Amankah?

Oleh: dr. Rezki Muttaqin
Berpraktik di RC Skin Clinic

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan rahmat senantiasa tercurah dari Yang Maha Kuasa. Di bulan puasa ini seluruh umat muslim di dunia wajib melakukan ibadah puasa selama 30 hari. Namun ada beberapa golongan yang diberikan keringanan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil.

Kehamilan merupakan kondisi khusus yang hanya dihadapi oleh perempuan dan menjadi ujian yang sangat menegangkan bagi seorang perempuan. Banyak perubahan yang terjadi selama kehamilan berlangsung, baik dari psikis maupun fisik. Hal itu sangat mempengaruhi semua organ tubuh ibu hamil yang harus mempersiapkan kekuatan ekstra pada setiap tahapan kehamilan.

Perempuan muslim di seluruh dunia hidup pada keadaan yang berbeda dalam kesehatan, khususnya perempuan yang hamil, Islam tidak akan begitu kejam untuk memaksakan berpuasa pada orang-orang yang memiliki kesehatan yang buruk atau gizi buruk. Namun, bagaimana halnya bila seorang perempuan yang sedang hamil pun berkeinginan untuk turut mencapai hidayah Tuhan dengan memenuhi kewajibannya menjalankan ibadah puasa.

Keputusan sebagian ibu hamil untuk tetap menjalani puasa biasanya didasarkan pada keyakinannya masing-masing. Pilihan ini pun dikembalikan pada diri masing-masing pribadi, yang tentunya juga mendapatkan dukungan suami dan anggota keluarga yang lain.

Bagi para ibu hamil yang berkeinginan untuk mengikuti puasa selama kurun waktu yang lama, misalnya pada bulan Ramadan. Ada baiknya untuk selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai kemungkinan untuk berpuasa, apabila kondisi kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya setelah dilakukan pemeriksaan dinyatakan sehat, maka ibu hamil diperbolehkan untuk berpuasa dengan syarat ibu hamil tetap mampu memenuhi kebutuhan nutrisi baik bagi diridan janinnya.

Terkait dengan ibu hamil yang berpuasa, terdapat beberapa hasil penelitian sebagai berikut:

  1. Ibu hamil yang berpuasa ternyata tidak berdampak pada penurunan kesehatan bayi setelah lahir (diukur dari berat badan lahir dan pemeriksaan kesehatan saat lahir)
  2. Ibu hamil yang berpuasa tidak terbukti melahirkan bayi dengan IQ yang lebih rendah dibanding dengan ibu hamil yang tidak berpuasa.
  3. Menurut pantauan selama kehamilan, tidak didapati perubahan yang secara signifikan membahayakan kesehatan ibu hamil.

Tentu saja temuan seperti ini berlaku bagi ibu hamil yang berada dalam kondisi, yakni sehat, kuat, tidak merasa berat dan kebutuhan nutrisi yang tercukupi.

Ibu hamil yang ingin berpuasa, maka dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Puasa bisa berbahaya jika ibu hamil sudah mengalami kurang cairan dalam tubuh (dehidrasi) akibat mual dan muntah yang dialami selama masa kehamilan (morning sickness) atau jika ibu hamil memiliki kondisi medis seperti diabetes gestasional (darah manis selama kehamilan), tekanan darah tinggi, anemia (kurang darah) dan kondisi medis lain yang dapat mengakibatkan perburukan bagi ibu dan janinnya.

Berikut adalah pedoman agar tetap sehat jika ibu hamil memilih berpuasa Ramadan:

  1. Cegah dehidrasi dengan memperbanyak minum saat sahur dan berbuka serta menghindari cuaca panas. Penyebab umum rasa lemas saat berpuasa adalah dehidrasi. Cobalah untuk minum sekitar 2 liter air antara waktu buka dan sahur, dan hindari minuman berkafein seperti teh dan kopi.
  2. Hindari berbuka dengan banyak makanan atau minuman manis yang meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, kemudian dapat turun dengan cepat, yang membuat ibu hamil merasa lemas dan pusing.
  3. Saat sahur, pilih makanan yang melepaskan energi secara perlahan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti biji-bijian dan umbi-umbian, dan makanan kaya serat, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan. Makanan kaya serat juga membantu untuk mencegah sembelit.
  4. Waktu berbuka dan sahur, pastikan ibu hamil mendapatkan banyak protein dari kedelai, kacang-kacangan, ikan, daging dan telur. Hal ini akan membantu pertumbuhan janin.
  5. Cobalah untuk tidak berjalan jauh atau membawa beban berat. Kurangi pekerjaan rumah tangga dan tanggung jawab lainnya.
  6. Tetap tenang dan hindari situasi stres. Perubahan rutinitas, perut kosong, serta jadwal makan, minum dan tidur yang berubah dapat menyebabkan stres. Ibu hamil yang berpuasa selama bulan Ramadhan diketahui memiliki tingkat hormon stress yang lebih tinggi dalam darah mereka dibandingkan wanita yang tidak berpuasa.

Pertimbangkan untuk menghentikan berpuasa jika ibu hamil mengalami salah satu atau beberapa tanda berikut:

  1. Ibu hamil merasa lemas, pusing atau sakit kepala, yang mungkin disertai demam. Pusing atau sakit kepala adalah pertanda bahwa otak tidak mendapatkan cukup aliran darah dan oksigen. Jika istirahat selama setengah jam tidak membuat lebih baik, minumlah sampai merasa lebih baik.
  2. Ibu hamil mulai mengalami kontraksi rahim. Dehidrasi dapat menyebabkan kontraksi yang dapat berujung pada persalinan premature (persalinan yang terjadi lebih awal dari perkiraan lahir) bila terjadi dalam trimester terakhir, hubungi dokter atau bidan atau pergi ke rumah sakit.
  3. Ibu hamil mengalami mual dan muntah. Maka segeralah berbuka karena ditakutkan ibu hamil akan mengalami dehidrasi jika memaksakan untuk berpuasa.
  4. Merasakan perubahan nyata dalam gerakan janin, yaitu janin menjadi kurang atau lebih bergerak (lebih sering menendang-nendang).
  5. Tidak ada kenaikan berat badan yang cukup atau bahkan kehilangan berat badan.
  6. Merasa sangat haus, lebih jarang buang air kecil, atau urin berwarna gelap/pekat dan berbau tajam. Ini adalah tanda dehidrasi, yang membuat ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi pada saluran kemih dan kondisi medis lainnya.

Masa kehamilan merupakan masa yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Pada masa ini tidak boleh terjadi gangguan karena dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin. Gizi ibu yang baik sangat penting untuk pertumbuhan janin. Kandungan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan ibu hamil sekitar 2.500 kalori dalam sehari, dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein, dan 10-20% lemak. Pemenuhan nutrisi juga bisa dilakukan dengan menambahkan suplemen vitamin yang diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil selama berpuasa.

Beberapa zat penting yang diperlukan saat kehamilan, di antaranya asam folat, zat besi dan kalsium. Asam folat diperoleh dari kacang-kacangan, zat besi didapatkan dari sayuran, sementara sumber kalsium bisa didapatkan dari susu dan ikan. Kekurangan gizi dalam masa ini dapat menyebabkan berat bayi lahir rendah (BBLR).

lbu hamil yang mengalami kekurangan gizi maka jumlah darah menjadi turun, aliran darah ke ari-ari turun, ari-ari menjadi kecil dan akhirnya suplai makanan ke janin kurang dan dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin. Islam telah memberikan banyak kemudahan bagi ibu hamil karena kondisi mereka yang apabila berpuasa maka akan merugikan diri dan janinnya. Sehingga hukum yang mengatur akan hal tersebut tidak mewajibkan seorang ibu hamil untuk berpuasa dan menggantinya dengan berpuasa di hari lain ataupun membayar fidyah.