Jumat, Juli 19, 2024

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...
BerandaIDJ Apresiasi Mualem...

IDJ Apresiasi Mualem terkait Mubes Partai Aceh

BANDA ACEH — Deputi Politik Hukum Institute Democracy and Justice (IDJ) Erlanda Juliansyah Putra, mengapresiasi langkah Ketua Umum Partai Aceh (PA) Muzakir Manaf, yang menegaskan memberikan ruang demokrasi bagi para kadernya untuk maju sebagai calon ketua umum PA di periode mendatang.

Baca: Ketua KPA: Siapa Saja yang Terpilih, Kami Siap Mendukung

“Langkah ini harus didukung dan benar benar harus terealisasi di tubuh PA, sebab PA sebagai partai lokal terbesar di Aceh harus dapat menjadi motor penggerak suara kepentingan politik lokal Aceh. Sangat disayangkan bila partai ini kehilangan tempat di hati masyarakat Aceh hanya karena persoalan kepemimpinan yang tidak mampu berakar hingga ke bawah,” kata Erlanda melalui siaran pers, Selasa, 13 Februari 2018.

PA kata Erlanda, harus benar-benar sadar bahwa kurangnya kursi pada pemilu 2014 yang lalu adalah peringatan untuk partai ini berbenah dan memperbaiki pola komunikasinya ke konstituen. Jangan sampai pemilu 2019 nanti suara PA semakin merosot. Hal ini kata dia harus benar-benar dipikirkan secara matang oleh para kader PA.

Baca: Elemen KPA Medan Deli Dukung Mualem Jadi Ketua Umum Partai Aceh

“PA haruslah bertransformasi menjadi partai sipil dan terbuka, tidak harus terus pejuang yang bisa mengisi tempat di PA. Banyak kader PA yang hari ini potensial mengisi ruang ini, mereka juga cerdas dalam menyikapi persoalan, terutama terkait dengan kepentingan Aceh mereka selalu di depan. Kenapa tidak pola regenerasi itu berjalan baik di tubuh PA, toh nantinya konstituen(public) yang akan menilainya.”

Bagi Erlanda, persoalan demokrasi di partai politik ini tidak hanya berlaku di PA, di partai lokal lain juga harus diterapkan seperti itu. Sebab eksistensi partai lokal itu hanya ada di Aceh, dan Aceh memang membutuhkan komposisi partai lokal untuk memperjuangkan identitas lokal, sehingga dapat mengakomodir segala kepentingan masyarakat di setiap lapisan.[]

Baca juga: