BANDA ACEH – Ikatan Masyarakat Aceh Turki (IKAMAT) bekerja sama dengan Pusat Layanan Internasional (PLI), menyelenggarakan seminar dan pameran internasional dengan tema “Menyambung Kembali Jembatan Persaudaraan Aceh Türkiye” di UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh, Selasa, 4 September 2018.
Ketua IKAMAT, Darlis Azis, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda tahunan dalam rangka memperkenalkan pendidikan di negeri dua benua kepada para pelajar dan mahasiswa Aceh.
IKAMAT pada kesempatan itu juga menawarkan kerja sama bidang pendidikan antara Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Turki, karena itu dibolehkan berdasarkan UU No.11 Tahun 2006 (UUPA). Menurut Darlis, ini merupakan kesempatan yang baik untuk memulai kerja sama Aceh-Turki.
“Kenapa dengan Jerman kita bisa melakukan kerja sama bersama lembaga DAAD, tetapi kenapa dengan Turki tidak?” tanya Darlis.
Pertanyaan tersebut dilontarkan lantaran sampai saat ini LPSDM Aceh belum satupun mengirim mahasiswa Aceh untuk belajar di negeri bekas Ottoman tersebut.
“Padahal pendidikan Turki juga tidak kalah dengan negara-negara Eropa lainnya, kita mempertanyakan ini. Kalau kerja sama bidang pendidikan sudah bisa dijalin, maka kerja sama bidang lain pasti akan mengikutinya,” kata Darlis.
Darlis berharap dengan terlaksananya seminar tersebut bisa menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Aceh agar bekerja sama dengan pemerintah Turki. “Minimal, dalam bidang pendidikan dululah,” katanya.
Serangkaian kegiatan IKAMAT sejak beberapa hari lalu diawali dengan menapak tilas sejarah hubungan Aceh dan Turki Utsmani. Menapak tilas itu bertujuan mengajak generasi muda untuk mengenal dan membaca kembali identitas sejarah untuk kemajuan Aceh di masa depan.
“Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal identitasnya, sebagaimana Jepang, Korea, Jerman, dan juga Turki,” kata Darlis.
Soal kepedulian terhadap makam peninggalan sejarah, Darlis memberikan contoh, sewaktu di Turki ia menyaksikan makam para pendahulu bangsa sangat dihormati dan dipugar dengan sangat indah, dijadikan taman-taman di tengah kota.
“Hal ini yang kontras terlihat di Aceh yang sempat mau dijadikan tempat pembuangan limbah manusia,” sesalnya terkiait kasus yang terjadi di IPAL.
Selain seminar, IKAMAT bekerja sama dengan warung mahasiswa internasional, yaitu Malaysia Corner, Warung Prancis, Japan Corner, Germany Corner dan America Center menggelar pameran tentang informasi pendidikan di negara-negara masing-masing. Sementara di UIN Ar-Raniry rencananya dibuka Turkish Corner yang tahap awal akan ditangani IKAMAT.[]




