Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh menyambut positif pelaksanaan Pelatihan Diversifikasi Olahan Hasil Perikanan yang digelar di Cot Masjid, Lueng Bata, Minggu (1/3/2026).
Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Komisi IV DPR RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, bertujuan meningkatkan nilai tambah produk perikanan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, memberikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan, yang dinilai membuka peluang usaha baru dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil laut menjadi produk bernilai jual tinggi.
“Banda Aceh memiliki potensi kelautan yang besar. Pelatihan seperti ini membuat masyarakat tidak hanya menjual ikan segar, tetapi juga mengubahnya menjadi produk olahan siap konsumsi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Illiza.
Acara dibuka secara resmi oleh anggota Komisi IV DPR RI, T. A. Khalid, serta diinisiasi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono. Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, perwakilan RSUZA, dinas terkait, panitia dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Medan, para penyuluh perikanan Kota Banda Aceh, serta berbagai komunitas dan organisasi masyarakat setempat.
Illiza menegaskan komitmen Pemko Banda Aceh untuk terus mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan melalui pelatihan, pendampingan UMKM, dan peningkatan akses pemasaran produk.
“Kami berharap pelatihan ini dapat melahirkan pelaku usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir,” pungkasnya.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai kalangan, terutama masyarakat pesisir dan pelaku usaha mikro, dengan materi meliputi teknik pengolahan, pengemasan, dan pemasaran produk perikanan secara modern dan higienis. [adv]




