BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyerahan rumah bantuan layak huni, santunan bagi fakir uzur, serta bantuan untuk anak berkebutuhan khusus. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan kehidupan yang lebih layak dan penuh harapan bagi warga yang membutuhkan.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan bahwa berbagai bantuan sosial yang disalurkan pemerintah bersama Baitul Mal Kota Banda Aceh bukan hanya sekadar bentuk bantuan materi, melainkan wujud nyata kepedulian dan ikhtiar untuk menghadirkan harapan baru bagi masyarakat kurang mampu.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang membutuhkan mendapatkan perhatian dan dukungan. Bantuan ini bukan hanya tentang rumah atau santunan, tetapi tentang menghadirkan rasa aman, kenyamanan, dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar Illiza saat menyerahkan kunci rumah bantuan layak huni kepada dua warga di Gampong Jawa, Kamis (25/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Illiza menjelaskan bahwa pembangunan rumah layak huni terus menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Baitul Mal. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat dhuafa yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni.

Menurutnya, pada tahun sebelumnya pemerintah berhasil membangun 30 unit rumah baru untuk warga kurang mampu. Selain pembangunan rumah baru, sejumlah rumah yang mengalami kerusakan juga direnovasi agar kembali layak ditempati. Program tersebut kembali dilanjutkan pada tahun ini sebagai bentuk keberlanjutan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kita tahun lalu membangun 30 rumah baru untuk masyarakat dhuafa. Ada juga rumah yang direnovasi, dan tahun ini program tersebut kembali kita lanjutkan agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” kata Illiza.

Selain menyerahkan rumah bantuan, wali kota juga menyalurkan santunan kepada fakir uzur atau warga lanjut usia yang tidak lagi memiliki kemampuan untuk bekerja. Santunan tersebut diberikan kepada tiga warga di Gampong Jawa dengan nilai Rp1,5 juta per orang untuk periode tiga bulan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para penerima sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kelompok masyarakat rentan yang membutuhkan dukungan berkelanjutan.

Tak hanya itu, Illiza juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah anak berkebutuhan khusus di Gampong Jawa dan Gampong Peulanggahan. Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan santunan sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga yang selama ini merawat dan mendampingi anak-anak mereka.

Menurut Illiza, perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan Banda Aceh sebagai kota yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pada kesempatan itu, ia turut mengapresiasi meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baitul Mal Kota Banda Aceh. Kepercayaan tersebut, menurutnya, menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan program-program sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

“Semakin banyak masyarakat yang mempercayakan zakatnya melalui Baitul Mal, maka semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh warga yang membutuhkan. Dengan begitu, percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat juga akan semakin cepat terwujud,” ujarnya.

Illiza berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Ia meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga pengelola zakat, dan masyarakat akan menjadi kekuatan besar dalam mengurangi kemiskinan serta meningkatkan kualitas hidup warga Banda Aceh.

“Ketika kita saling peduli dan saling membantu, maka tidak ada warga yang merasa sendiri menghadapi kesulitan hidup. Inilah semangat yang terus ingin kita bangun di Banda Aceh,” pungkasnya. [Adv]