BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai mematangkan berbagai persiapan untuk mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 yang akan berlangsung di Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026.
Sebagai langkah awal, Pemko Banda Aceh menggelar rapat koordinasi persiapan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, di Pendopo Wali Kota, Senin (25/5/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan unsur terkait guna memastikan kesiapan Kota Banda Aceh dalam mengikuti agenda nasional yang mempertemukan seluruh pemerintah kota di Indonesia.
Rakernas XVIII APEKSI tahun ini mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”, yang menekankan pentingnya peran kota sebagai ujung tombak pembangunan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ketahanan ekonomi, perubahan iklim, transformasi digital, hingga penguatan pelayanan publik.
Dalam arahannya, Illiza menegaskan bahwa keikutsertaan Banda Aceh dalam Rakernas APEKSI bukan sekadar memenuhi agenda tahunan organisasi, melainkan menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat jejaring antarkota, berbagi praktik terbaik pembangunan, serta memperkenalkan berbagai capaian dan potensi yang dimiliki Banda Aceh.
“Rapat persiapan ini bertujuan untuk mematangkan berbagai hal terkait partisipasi dan kontribusi Kota Banda Aceh dalam Rakernas APEKSI. Kita ingin hadir dengan persiapan yang maksimal dan mampu memberikan kontribusi yang positif dalam berbagai agenda yang akan dilaksanakan,” ujar Illiza.
Menurutnya, seluruh unsur di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh harus terlibat aktif dalam proses persiapan, mulai dari penyusunan materi, kesiapan delegasi, hingga dukungan teknis dan administrasi lainnya. Hal ini penting agar Banda Aceh dapat tampil optimal serta memanfaatkan forum tersebut untuk memperluas kerja sama dan pertukaran gagasan dengan pemerintah kota lainnya.
“Seluruh unsur terkait di lingkungan Pemko Banda Aceh dilibatkan guna memastikan kesiapan yang matang, baik dari sisi materi, delegasi, maupun dukungan teknis. Dengan persiapan yang baik, kita berharap dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara maksimal,” katanya.
Illiza menambahkan, tema yang diangkat dalam Rakernas XVIII APEKSI sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah saat ini. Menurutnya, kota-kota di Indonesia dituntut semakin tangguh dalam menghadapi berbagai dinamika pembangunan, sekaligus mampu berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan bangsa.
“Tema ‘Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat’ menjadi momentum penting bagi Banda Aceh untuk terus memperkuat kapasitas dan daya saing kota dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan. Kota yang kuat dan tangguh akan menjadi fondasi penting bagi terwujudnya bangsa yang berdaulat dan sejahtera,” ujarnya.
Melalui keikutsertaan dalam Rakernas XVIII APEKSI, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap dapat memperluas kolaborasi dengan berbagai pemerintah kota di Indonesia, sekaligus membawa pulang berbagai inovasi dan pengalaman yang dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan kota. [Adv]





