BLANGKEJEREN – Warga Desa Melelang, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues, dikejutkan dengan tertangkapnya harimau Sumatra yang kena jerat babi di daerah perkebunan. Sebelumnya, induk dan anak harimau Sumatra kerap berkeliaran di jalan lintas Gayo Lues-Aceh Barat Daya (Abdya) itu.

M. Amin, Camat Terangun, saat dihubunggi ke ponselnya, Ahad, 18 Oktober 2020, sekitar pukul 23:00 WIB, membenarkan ada harimau yang kena jerat. Menurut Amin, harimau ini sedang dievakuasi tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan warga setempat.

“Sayapun baru tahu setelah Kepala Desa terpilih Melelang melapor ke kecamatan. Katanya dokter hewan dari Medan bersama tim BKSDA akan datang ke Desa Melelang untuk mengevakuasi harimau yang kena jerat,” ujar Amin.

Menurut Amin, berdasarkan laporan Kepala Desa Melelang, harimau Sumatra berjenis kelamin betina dengan berat 50 kg dan panjang 1,5 meter itu diperkirakan berumur dua tahun lebih. Sebelum terkena jerat, harimau itu sering berkeliaran di daerah perkebunan dan permukiman warga.

“Di daerah Melelang saat ini banyak warga menanam jagung. Untuk memberantas hama babi hutan, warga banyak memasang jerat yang terbuat dari tali klos sepeda motor, dan secara kebetulan harimau Sumatra ini yang kena jerat,” jelasnya.

Setelah satu induk harimau kenak jerat, kawanan yang lain masih menunggu di seputaran perkebunan warga. Sehingga dilaporkan ke tim BKSDA untuk melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan lantaran warga tidak berani menyelamatkan hewan yang dilindungi itu dengan tangan kosong.

“Tadi saat tim BKSDA datang, kondisi harimau ini sudah agak lemas, kemudian dibius, dan diberikan perawatan oleh dokter hewan. Kandang besarnya juga dibuatkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama proses perawatan. Hingga menjelang Magrib tadi, posisi harimau masih dirawat dengan baik dan dalam keadaan hidup,” kata Amin.

Menurut Amin, warga setempat meminta kepada tim BKSDA agar jangan membawa harimau tersebut, dan kembali melepaskanya ke daerah kawanannya. Warga setempat merasa khawatir, jika harimau dibawa akan membuat kawanannya menyerang penduduk setempat.

Amin menyebut seminggu lalu delapan anjing warga Melelang dibunuh oleh kawanan harimau Sumatra yang diperkirakan berjumlah enam ekor. “Warga tidak bisa berbuat apa-apa meskipun kawanan itu kerap terlihat di jalan lintas provinsi yang menghubungkan Gayo Lues dengan Abdya tersebut”.

“Selain masalah harimau, di Kecamatan Terangun lagi ada masalah beruang masuk pemukiman juga. Ayam peliharaan warga banyak yang dimakan langsung dari kandang. Kami juga kebingungan menghadapinya, karena turun ke pemukiman saat tengah malam,” katanya melalui sambungan telepon.[]