TAKENGON – Mantan Pangdam Iskandar Muda Mayjen (Purn.) M. Djali Yusuf menilai Muzakir Manaf akrab disapa Mualem, sosok yang layak memimpin Aceh lima tahun ke depan.

Djali Yusuf yang merupakan Dewan Penasihat Tim Pemenangan Muzakir Manaf-T.A. Khalid menyebut  Mualem telah lama bersabar dan mempercayakan tampuk pimpinan Aceh kepada orang lain selama dua periode pascadamai Aceh.

Ia menilai langkah Mualem maju sebagai calon Gubernur Aceh pada Pilkada 2017 merupakan keputusan tepat. Sebab, kata dia, selama dua periode tampuk pimpinan “diserahkan” kepada orang lain tidak membawa dampak perubahan yang berarti untuk Aceh.

“Saya sudah dua periode terlibat dalam Tim Pemenangan Partai Aceh. Saya tahu betul kesabaran Mualem. Ia dikhianati selama dua periode saat kerabatnya menjabat. Inilah waktunya ia bersikap, maka perlu kita dukung,” ujar Djali Yusuf dalam sambutannya saat pengukuhan Tim Pemenangan Muzakir Manaf-TA Khalid Aceh Tengah di Lapangan Musara Alun Kota Takengon, Jumat, 27 Januari 2017, sore.

Djali Yusuf menyampaikan rasa salutnya kepada Mualem yang rela “mundur” untuk mendukung orang lain dalam pilkada perdana pascadamai yang diusung mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Namun sayangnya, kata Djalil Yusuf, ketika Mualem melangkah maju sebagai calon Gubernur Aceh, malah dua orang yang ia dukung sebelumnya, bahkan menjadi lawan dalam pilkada kali ini.

Menurut Djali Yusuf, kesediaannya terlibat dalam Tim Pemenangan Mualem kali ini lantaran ia menilai niat mantan Panglima GAM itu untuk membangun Aceh cukup tinggi.

“Ketika Mualem ngomong kepada saya bahwa ia ingin membangun Aceh, saya sangat menyentuh, dan itu salah satu alasan saya kembali bergabung mendukung Partai Aceh (PA),” ujarnya.[]