LHOKSEUMAWE – Jacky Pardesi, tersangka pembunuh sadis di Riseh Tunong, Sawang, dikabarkan memiliki hubungan asmara dengan korban, Mariani. Namun, pria kelahiran Aceh Barat Daya ini membantah kabar tersebut.
Saya sudah punya istri dan anak. Saya tidak suka sama dia (korban-red). Hanya saja korban sempat mengancam saya harus menikahinya kalau utang tiga mayam tidak sanggup saya bayar, kata Jacky saat diwawancarai portalsatu.com di Mapolres Lhokseumawe, Jumat, 27 Januari 2017.
Jacky mengaku gelap mata saat korban datang berkali-kali ke rumahnya untuk menagih utang. Korban juga sempat mendatangi rumah orang tua Jacky untuk meminta emas dikembalikan.
Hal itu membuat Jacky semakin marah. Dia akhirnya berniat untuk menghabisi nyawa janda manis itu.
Saat ditemukan, korban dalam keadaan setengah bugil. Muncul dugaan, korban diperkosa pelaku sebelum nyawanya dihabisi. Namun Jacky membantah hal itu. Dia menyebutkan celana dalam korban hanya dipergunakan untuk membalut luka sayatan di tangan kirinya.
Sulit untuk membuktikan korban sempat diperkosa sebelum dibunuh karena korban berstatus janda sudah punya anak. Walau saat ditemukan, jasad korban dalam kondisi setengah bugil, kata Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Yasir.
Sebelumnya diberitakan, warga menemukan Mariani dalam kondisi tak bernyawa di sebuah kebun kosong, di pedalaman Sawang, pada 21 Maret 2016 lalu. Berdasarkan penyelidikan polisi, kasus pembunuhan terhadap janda beranak tersebut dilakukan Jacky.
Tersangka sempat buron sebelum akhirnya dibekuk di tempat persembunyiannya, di sebuah rumah kontrakan di Lhok Salang, Kecamatan Kota Fajar, Aceh Selatan, Rabu, 25 Januari 2017.[]
Laporan: Sirajul Munir



