BANDA ACEH – Massa dari sekitar 20 ormas menggelar aksi Solidaritas Aceh untuk Muslim Uighur (SAuMU), di depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat, 21 Desember 2018, siang.
Dalam aksi damai dikoordinir Dedi Al-Mubarak itu, pernyataan sikap terkait Uighur dibacakan Humas SAuMU, Tgk. Mustafa Husen Woyla.
Inilah pernyataan sikap SAuMU:
1. Mengutuk segala bentuk kedhaliman dan tindakan yang bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan serta pelanggaran HAM dalam bentuk apapun.
2. Mendesak pemerintah Cina untuk menghentikan segala bentuk penindasan dan kejahatan kemanusiaan terhadap masyarakat Uighur.
3. Mendesak pemerintah Indonesia dan negara Muslim lainnya untuk melakukan langkah-langkah diplomatik dalam rangka mewujudkan perdamaian dan penegakan HAM terhadap Uighur.
4. Membuat pernyataan sebagai sikap resmi pemerintah.
5. Mengimbau kepada seluruh umat Islam dan ormas-ormas Islam untuk memberikan dukungan moril dan penggalangan dana untuk membantu masyarakat Muslim Uighur.
6. Mengharapkan kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan qunut nazilah atas musibah yang dialami kaum muslimin Uighur.
7. Kepada muslimin di seluruh dunia khususnya di tanah air agar semakin cerdas mengekspresikan perjuangan dan pembelaannya serta menghindarkan diri dari tindakan yang kontra produktif.
8. Mendesak kepada negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja sama Islam (OKI) untuk segera bertindak tegas terhadap pemerintah Cina demi untuk menyelamatkan saudara-saudara Muslim Uighur dari penderitaan mereka dan kembali mendapat hak-hak sipil mereka.
9. SAuMU meminta ditinjau kembali kerja sama strategis Indonesia dengan Tiongkok.
10. Mendesak dan menuntut pemerintah Indonesia untuk memainkan perannya sebagai negara yang mayoritas Muslim terbesar di dunia dalam membela nasib umat Islam di Uighur.[]





