SIGLI – Gempa bumi berkekuatan 6,4 SR yang terjadi Rabu, 7 Desember 2016 sekitar pukul 05:05 WIB, memporak-poranda Kabupaten Pidie Jaya. Selain menelan korban jiwa, sejumlah pertokoan, rumah penduduk, rumah ibadah dan fasilitas umum lainnya hancur. 

Berdasarkan data sementara yang diperoleh portalsatu.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya, sebanyak 50 warga meninggal dunia. Jumlah ini terus bertambah selama proses evakuasi korban dilakukan. Selain itu, 26 orang luka berat dan ratusan bangunan roboh di sejumlah kecamatan, di Pidie Jaya. 

Sementara untuk wilayah terparah gempa berada di Kecamatan, Meureudu dan Trienggadeng.

Kepala BPBD Kabupaten Pidie Jaya, Ir. Puteh Manaf, merincikan daftar korban dan kerusakan akibat gempa di Kabupaten Pidie Jaya. Dia menyebutkan sebanyak 105 bangunan pertokoan roboh yang tersebar di Kecamatan Meureudu sebanyak 41 unit, Kecamatan Trienggadeng 26 unit, Kecamatan Bandar Baru 16 unit, Bandar Dua 20 unit, dan Kecamatan Meurah Dua sebanyak dua unit.

Selain itu, sebanyak 86 unit rumah warga juga dilaporkan rusak akibat lindu pagi tadi. Adapun rumah rusak tersebar di beberapa kecamatan seperti di Bandar Baru sebanyak 50 unit, Trienggadeng 30 unit, dan Meureudu 6 unit. “Semua rumah tersebut rusak parah,” katanya.

Gempa 6,4 Skala Richter ini juga merusak 13 masjid, yang tersebar di Bandar Baru sebanyak 5 unit, Trienggadeng 3 unit, Bandar Dua 4 unit, dan Meureudu sebanyak satu unit.

BPBD juga mencatat korban luka yang berjumlah 50 orang, masing-masing berasal dari Kecamatan Tringgadeng sebanyak 18 orang, Meureudu 27 orang dan Bandar Dua 5 orang.

“Itu merupakan data sementara, jumlah diperkirakan akan terus bertambah setelah dilakukan pendataan di lapangan,” kata Kepala BPBD Puteh Manaf.[]