BLANGKEJEREN – Seekor induk harimau Sumatra yang terkena jerat babi hutan di Desa Melelang Jaya, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues, kini dirawat sementara oleh pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Pasalnya, kondisi harimau yang diperkirakan berumur dua tahun itu masih mengalami luka sehingga butuh perawatan serius.

M. Amin, Camat Terangun, kepada wartawan, Senin, 19 Oktober 2020 siang, mengatakan masyarakat Desa Melelang bersama Muspika setempat telah membuat kesepakatan dengan tim BKPSDA di Kantor Camat, tadi pagi.

“Isi kesepakatannya antara lain, harimau Sumatra yang kena jerat itu harus dikembalikan ke habitatnya di Desa Melelang Jaya. Itu sudah disetujui pihak BKSDA dengan syarat, sembuh dulu luka harimau tersebut,” katanya.

Menurut Cecep, salah satu petugas BKSDA yang berkoordinasi dengan pihak Muspika, induk harimau itu akan dilakukan perawatan sementara sebelum dilepaskan lagi ke habitatnya. Hal itu dilakukan supaya harimau tersebut tidak mati kelaparan di hutan karena dalam kondisi luka.

“Kemungkinan tempat perawatan harimau Sumatra ini ada dua, kata Pak Cecep tadi, kalau tidak di Kabupaten Aceh Tenggara, maka di Banda Aceh. Setelah nanti sembuh, barulah dibawa lagi ke Desa Melelang dan dilepaskan. Posisi saat ini sudah dibawa oleh pihak BKSDA,” jelas Amin.

Diberitakan sebelumnya, induk harimau Sumatra terkena jeratan babi hutan di perkebunan jagung warga Desa Melelang. Sekitar lima ekor kawanan harimau itu dilaporkan masih menunggu induknya yang terkena jeratan. Warga khawatir, jika harimau itu tidak dikembalikan, maka kawananya akan mengganggu masyarakat.[]