BANDA ACEH – Para pimpinan Partai Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) mendapat undangan bertemu Ketua Komite Peralihan Aceh/Partai Aceh (KPA/PA), H. Muzakir Manaf, Rabu, 3 Februari 2016 sekitar pukul 21.00 WIB. Pertemuan yang berlangsung selama empat jam tersebut turut membahas suhu politik Aceh yang kian meningkat.
Pertemuan ini turut dihadiri Ketua Gerindra Aceh TA Khalid, Ketua Demokrat Aceh Nova Iriansyah, Ketua PPP Aceh Faisal Amin, Ketua PKPI Indra Azmi, Ketua PBB Aceh Erly Hasyim, perwakilan PKS wilayah Sumbagut Andri Salahuddin, perwakilan Demokrat Alaidin.
Selain itu hadir juga Zulmahdi Hasan dari PBB, Ketua PKS Aceh Ghufran Zainal Abidin, Sekretaris PKB Aceh Amrizal, Ketua PAN Aceh Anwar Ahmad, Plt Sekretaris Golkar Aceh Muntasir Hamid, Sekretaris PPP Aceh Edwar M Nur, dan Ketua PDA Teungku Muhibussabri, serta Wen Rimba Raya. Sementara Hanura dilaporkan berhalangan hadir tetapi tetap berkomitmen dengan hasil keputusan KAB.
“Pertemuan semalam juga membahas kinerja pemerintah dan legislatif yang perlu banyak perhatian serius dari pimpinan parpol, guna menciptakan hasil yang lebih berguna ke arah yang berpihak kepada rakyat,” ujar Koordinator KAB, Wen Rimba Raya, Kamis, 4 Januari 2016.
Menurut Wen Rimba Raya, partai nasional dan lokal yang hadir masih menunjukkan sikap konsisten untuk mengusung Muallem sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022.
“Para pimpinan parnas dan parlok yang hadir akan segera menyelesaikan dan menyusun langkah-langkah pemenuhan adaministrasi, sebagai wujud nyata komitmen mengusung Muallem apapun dinamika yang berkembang,” kata Wen Rimba Raya.
Dia mengatakan pertemuan semalam juga menepis banyak pihak yang mengklaim ada beberapa parnas mendukung kandidat lain sebagai calon Gubernur Aceh. Koalisi Aceh Bermartabat juga akan segera melakukan pertemuan intensif, “untuk mempersiapkan langkah-langkah mendeklarasikan calon gubernur dan wakil dalam waktu dekat.”[]



