BANDA ACEH – Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menggelar event dwi mingguan melibatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Aceh, Kelompok Tani Wanita (KTW) dan Warga Tani Binaan Penyuluh Pertanian pada tahun 2020.

“Alhamdulillah, tahun lalu Pasar Tani yang kita gelar dwi mingguan ini berjalan sukses, tingginya interaksi para penjual dan pembeli serta transaksi yang terjadi sangat membahagiakan dan berdampak langsung bagi denyut ekonomi masyarakat, terutama para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah Aceh,” ujar Kadistanbun Aceh, A. Hanan, 15 Januari 2020.

Kadistanbun berharap, di tahun 2020 ini akan semakin banyak pelaku UMKM yang mendapatkan manfaat dari kehadiran Pasar Tani. Selain itu, masyarakat umum dapat datang langsung ke Pasar Tani dan berbelanja kebutuhan hariannya.

“Sesuai dengan instruksi Pak Plt. Gubernur Aceh, kita harus memberdayakan UMKM karena keberadaannya akan sangat membantu program pemerintah, terutama untuk menekan angka pengangguran dan menanggulangi kemiskinan. Oleh karena itu, Distanbun Aceh memandang perlu melanjutkan event ini di tahun 2020,” kata Hanan.

Hanan menambahkan, Pasar Tani 2020 tetap digelar dwi mingguan di setiap hari Rabu. Adapun jadwal Pasar Tani 2020 adalah Januari tanggal 8 dan 22, Februari 12 dan 26, Maret 11 dan 25, April 8 dan 22, Mei 13 dan 27, Juni 10 dan 24, Juli 8 dan 22, Agustus 12 dan 26, September 10 dan 24, Oktober 14 dan 28, November 11 dan 25, dan Desember di tanggal 9 dan 23.

Sementara itu, Yuni Saputri selaku Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Hortikultura Distanbun Aceh menjelasakn, jenis bahan yang akan diperdagangkan tetap sama, mulai dari sembako, sayur mayur, makanan siap saji, sayur siap saji, jus hingga bibit pohon tanaman buah.

“Produk yang tersedia tetap sama seperti tahun 2019 lalu sembako, sayuran organik dan semi organik. Dan yang paling penting, stan yang kami sediakan untuk UMKM tetap gratis,” ujar Yuni.

Tak hanya pelaku UMKM, sambung Yuni, penyelenggaraan Pasar Tani juga berimbas pada tingginya aktivitas penyedia jasa transportasi, seperti becak dan ojek online.

“Nilai transaksi yang terjadi sepanjang pelaksanaan Pasar Tani tahun 2019, mencapai Rp2,9 miliar. Yang juga membahagiakan, event ini berimbas kepada penyedia jasa angkutan, baik becak maupun ojek online. Jadi, manfaat event ini semakin meluas, ini tentu sangat baik bagi perkembangan perekonomian Aceh,” imbuh Yuni.

Pada 8 Oktober tahun 20119 lalu, event Pasar Tani Distanbun Aceh berhasil meraih penghargaan dari Wali Kota Banda Aceh. Penyelenggaraan Pasar Tani dinilai sukses berkontribusi positif bagi upaya pembinaan dan pemberdayaan UMKM di Kota Banda Aceh.[](rilis)