BANDA ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Rabu, 25 Juli 2018 malam, merilis jumlah bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Aceh sejak Juni hingga Juli 2018.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, H.T. Ahmad Dadek, S.H., tercatat, per 8 Juni hingga 25 Juli 2018, terjadi Karhutla sebanyak 20 kali, yang tersebar di 8 kabupaten, dengan total lahan yang terbakar 347,12 hektare.

Dadek merincikan jumlah kejadian dan luas lahan yang terbakar di masing-masing daerah kejadian. Di Aceh Selatan terjadi  3 kali, dengan luas lahan yang terbakar, 181,12 hektare, Aceh Barat 3 kali, lahan terbakar 32 hektare, Aceh Besar 6 kali, lahan terbakar 14 hektare.

Selanjutnya, Nagan Raya 2 kali, lahan terbakar 37 hektare, Abdya 1 kali, lahan terbakar 10 hektare, Aceh Tengah 3 kali, 57 hektare, Aceh Jaya 1 kali, lahan terbakar 6 hektare, dan terakhir Bener Meriah 1 kali, dengan lahan terbakar 10 hektare.

“Kebakaran akibat beberapa faktor baik dipengaruhi oleh alam seperti udara yang terlampau panas dimusim kemarau dan juga akibat ulah manusia yang sengaja membakar lahan untuk membuka lahan baru,” kata Dadek, dalam keterangannya diterima portalsatu.com/, Rabu malam.

Menurut Dadek, untuk menanggulangi dampak bencana Karhutla, BPBD di masing-masing kabupaten, menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) serta Pemadam Kebakaran untuk pemadaman dan pendataan. 

“BPBD juga berkoordinasi dengan unsur dari TNI, Polri, RAPI, unsur kecamatan beserta masyarakat setempat dalam melakukan penanganan,” ujar Dadek.[]